JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilot Project, Sampah Danau Toba Akan Dikelola Jadi Aspal

14 Juli 2018, 16:45:24 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Danau Toba
Keindahan alam Danau Toba (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sampah menjadi persoalan klasik pariwisata di Danau Toba. Penyadaran kepada masyarakat pun terus dilakukan. Namun hasilnya belum signifikan untuk mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan.

Guna mengatasi hal tersebut, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) tengah melakukan pilot project bagaimana merubah sampah plastik menjadi bahan baku aspal. Mereka pun tengah berkoordinasi dengan kabupaten yang berbatasan dengan Danau Toba soal letak Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Jadi akan kita olah sebagai pengganti aspal. Alat penghancur plastiknya kan juga sudah ada," ujar Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo, Sabtu (14/7).

Selain hal di atas, dalam Rapat Koordinasi Kemajuan Pengembangan Infrastruktur Pendukung Destinasi Danau Toba pada Jumat (13/7) kemarin disepakati adanya upaya penyelesaian terkait persoalan sampah sejak 2 tahun terakhir.

Sebagai wujud konkret, mereka melibatkan tokoh-tokoh agama setempat guna memberikan peyadarang kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan untuk pariwisata.

"Kemarin diskusi dengan HKBP (Huria Kristen Batak Protestan). Kita harus betul-betul yang fundamen. Kita Ingatkan terus. Corong yang kita pakai HKBP jadi pendeta-pendeta bukan hanya bicara mengenai agama. Tapi juga soal kebersihan kesadaran akan kebersihan selain itu kita harus juga," pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga mengatakan, permasalahan sampah ini harus diselesaikan. Luhut meminta, agar seluruh kabupaten yang ada di Danau Toba bersinergi dan berintegrasi mengembangkan Danau Toba.

"Orang batak itu harus didisiplinkan soal dampak (sampah) plastik," kata Luhut.

Integrasi antar kabupaten sempat menjadi soal dalam pengembangan Danau Toba. Apalagi dalam waktu dekat, UNESCO akan melakukan penilaian untuk Geopark Kaldera Toba (GKT). Luhut menekankan agar integrasi antar kabupaten itu dijalankan. Untuk pariwisata, yang menjadi leading sector adalah BPODT.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up