
Menristekdikti, Mohammad Nasir
JawaPos.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong agar produk olahan kuliner tradisional mampu bersaing di tingkat dunia. Hal itu supaya bisa menekan import makanan khas dari luar negeri.
Menristekdikti, Mohammad Nasir mengatakan, banyaknya produk asing yang dihadapkan pada masyarakat karena belum tersedianya produk lokal untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
"Kita selalu mengenal masakan Jepang, Thailand, Korea. Lalu bagaimana masakan Indonesia bisa lebih dikenal?" katanya saat di Balai Penelitian Teknologi Bahan Pangan (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Jumat (13/7).
Untuk mendorong kuliner khas Indonesia ke dunia, pihaknya pun meminta agar BPTBA LIPI Gunungkidul memacu program-programnya. Sehingga produk-produk hasil riset bisa dipergunakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang kuliner. Seperti yang telah ada saat ini, yaitu teknologi pengemasan masakan tradisional.
"Ini yang harus didorong. Kalau didorong dunia kuliner lokal di Indonesia akan berjalan dengan baik, impor makanan bisa turun. Kalau menekan impor, barang lokal kita naikkan menjadi produk import, ini akan menambah devisa dalam negeri," ucapnya.
Tak hanya dari sisi teknologi pengemasan produk saja, namun dari UKM pun akan digandengnya. Supaya setiap ada permasalahan bisa cepat terselesaikan.
"Pengawetan produk dengan teknologi pengalengan sudah dilakukan. Selanjutnya bagaimana pemasarannya, supaya bisa dijual di Bandara, Swalayan. Ini yang mulai kami lakukan," katanya.
Teknologi berupa pengalengan masakan tradisional ini sudah dilakukan oleh beberapa UKM. Masakan-masakan khas, seperti gudeg, rawon, brongkos, sayur lombok ijo, oseng-oseng mercon pun telah menggunakannya.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, pihaknya pun telah lama mengimbau agar swalayan bisa ramah terhadap produk-produk lokal daerahnya. "Daerah tertentu seperti (Kecamatan) Patuk itu bahkan Camatnya langsung didatangi. Supaya mengimbau agar swalayan tak hanya mempertontonkan produk luar daerah saja," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
