
Ilustrasi buaya.
JawaPos.com - Munculnya fenomena buaya-buaya yang muncul ke daratan membuat masyarakat resah. Apakah Jakarta masih menjadi kawasan yang aman untuk masyarakat?
Peneliti buaya dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Hellen Kurniati menyampaikan fenomena buaya sebetulnya tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya, buaya-buaya yang ditemukan baik di muara Dermaga Sunda Kelapa, Jakarta Utara maupun Kali Grogol, Jakarta Barat merupakan buaya muara.
"Kalau dugaan saya itu bukan buaya yang dari alam tapi lepas dari piaraan orang. Karena buaya liar atau alam tidak masuk ke lingkungan yang habitatnya kotor," ujar Hellen saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (28/6).
Hellen menjelaskan buaya muara memiliki ciri-ciri yang khas ketimbang jenis buaya yang lain. Dia menjelaskan buaya memiliki nama ilmiah Crocodylus porosus ini memiliki kulit yang lebih bagus dan habitatnya di air tawar.
"Kulit buaya muara itu bagus dibanding kulit buaya lainnya, jadi saya prediksi itu piaraan. ciri khas dari kepalanya tidak ada sisi empat dari kepala belakang tengkoraknya. Kalau buaya lain air tawar bukan air payau dan asin," terangnya.
Dirinya pun menyarankan kepada tugas, lebih efektif mencari buaya pada malam hari. Begitupula, perlu kondisi yang tenang dan tidak tergesa-gesa dalam penangkapan.
"Sulit karena nyarinya siang hari, nyari buaya itu malam hari. Sebenernya harus steril lah ini kan ramai lokasinya. Gunakan alat penyelamatan yang suaranya halus kecil frekuensinya, terus menyusup pelan-pelan," tuturnya.
Menurutnya, wajar saja jika petugas kesulitan sebab buaya memiliki sifat dasar yang penakut. Sehingga, jika terusik keberadaannya dengan keramaian manusia maka pencarian pun akan terkendala.
"Pengaruh besar (ramainya warga), buaya itu takut. Penakut memang dasar sifatnya awareness nya tinggi. Walaupun buas, sifat penakutnya tinggi," jelasnya.
"Ini harus dilakukan malam hari tidak bisa semalam ya, bisa satu minggu sisir aja terus area kalinya. Karena posisinya di dekat jalan bisa langsung diangkat ke daratan," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
