Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Juni 2018 | 03.14 WIB

Fokus Swasembada Bawang Putih, Kawasan Ciwidey Masuk Prioritas

Kementerian Pertanian bakal mendorong produktivitas bawang putih di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. - Image

Kementerian Pertanian bakal mendorong produktivitas bawang putih di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

JawaPos.com - Ciwidey merupakan salah satu penghasil dan pemasok bawang putih di wilayah Jabodetabek. Sejak tahun 1979, daerah ini dikenal sebagai penghasil bawang putih. Khususnya bawang putih muda.


Selama kurun waktu lima tahun terakhir ini, semangat petani bawang putih semakin tinggi mengingat permintaan pasokan dan harga sesuai dengan harapan para kelompok tani.


Kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Fely Fitriani mengatakan, potensi pengembangan bawang putih di Kabupaten Bandung mencapai 10.000 hektar.


Daerahnya meliputi Kecamatan Pasir Jambu dan Ciwidey sekitar 5000 hektar, Kecamatan Cimenyan 3000 hektar dan Kecamatan Pengalengan 2000 hektar.


“Kami siap menyukseskan swasembada bawang putih 2021 sesuai amanah dan perintah dari Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,” ujar Fely di Bandung, Sabtu (23/6).


Hal senada diutarakan Ketua Kelompok Tani Bawang Putih Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey, Muhtar. Dia menambahkan bahwa luas tanam bawang putih eksisting mencapai 30 hektar.


"Varieteas yang ditanam meliputi Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Tawanmangu Baru dan Sangga Sembalun," tambah dia.


Produktivitasnya pun lumayan. Rata-rata bisa mencapai 12 hingga 15 ton per hektar. Harga panen basah mencapai Rp13.000/kg. Untuk panen muda harganya lebih tinggi, Rp20.000/ha.


“Alasanya karena selama ini pemasok bawang putih muda sebagian besar dipasok dari Ciwidey Kabupaten Bandung, sedangkan harga benih kami jual Rp60.000,” sebutnya.


Senada, Ketua Kelompok Sauyunan Desa Marga Mekar Kecamatan Pengalengan, Juhara menambhakan sentra bawang putih di wilayahnya mengembangkan manajemen tanam yang disepakati oleh kelompok.


Minimal harus tanam dan panen dua hektar per hari. Bila tak mencapai target tersebut, pasokan bisa berkurang masuk ke wilayah Jabodetabek.


“Wilayah kami tidak mengenal off season karena air tersedia sepanjang tahun. Kekurangan pasokan biasanya kami mengambil dari tegal,” ungkapnya.


“Permintaan pasokan selama ini dari Jakarta Bandung, Bogor. Permintaan Kebutuhan setiap hari 400 hingga 600 atau 3,6 ton per minggu dengan harga Rp15.000 per kilogram,” sambungnya.


Bandung Potensial


Kasubdit Bawang dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal Hortikultura, Agung Sunusi mengungkapkan, Kabupaten Bandung tak hanya potensial untuk pengembangan bawang putih.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore