Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 17.28 WIB

Penyelam Andal Marinir Turut Dikerahkan Cari Korban KM Sinar Bangun

BERTARUNG DENGAN OMBAK: Potongan video penumpang feri yang memperlihatkan para penumpang KM Sinar Bangun yang tercebur ke Danau Toba berusaha menyelamatkan diri. - Image

BERTARUNG DENGAN OMBAK: Potongan video penumpang feri yang memperlihatkan para penumpang KM Sinar Bangun yang tercebur ke Danau Toba berusaha menyelamatkan diri.

JawaPos.com - Di negeri yang mendaku sebagai negeri maritim ini, persoalan mendasar yang terkait dengan pelayaran seperti manifes atau daftar penumpang masih saja amburadul. Buntutnya, ketika musibah terjadi, daftar korban pun masih simpang siur.


Pekan lalu itu terjadi di perairan Makassar, saat sebuah kapal kayu khas Sulawesi Selatan tenggelam. Kini insiden terulang di Danau Toba, Sumatera Utara. Sampai hari kedua setelah KM Sinar Bangun terbalik lalu tenggelam Senin lalu (18/6), jumlah korban yang hilang masih simpang siur. Penyebabnya? Tak ada manifes.


Akibatnya, yang jadi patokan adalah laporan masyarakat di posko pengaduan. Di posko disaster victim identification (DVI), misalnya, tercatat 94 penumpang masih dicari.


"Jadi, ini berdasar laporan masyarakat yang anggota keluarganya menghilang," jelas Kabagpensat Divhumas Polri Kombespol Yusri Yunus di Jakarta kemarin siang (18/6).


Namun, jumlah tersebut bisa bertambah, mengingat adanya kemungkinan masyarakat yang belum melapor. "Karena tidak ada manifes atau daftar penumpang, jadi kendala utama menentukan jumlahnya," papar mantan Kabidhumas Polda Jawa Barat tersebut.


Terpisah, pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) alias Basarnas menyebutkan, ada ratusan orang yang dilaporkan menjadi korban hilang. "Memang manifes itu nggak ada," kata Kepala Kantor Basarnas Medan Budiawan ketika dihubungi Jawa Pos via telepon.


Alhasil, data jumlah korban hilang belum bisa dipastikan. Tapi, Budiawan menyebutkan, berdasar hasil rapat bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), BPBD, TNI, Polri, serta pemda setempat kemarin siang, didapat angka 128 korban hilang. "Jumlah korban yang belum didapat itu 128 orang," papar dia.


Angka berbeda dilaporkan oleh Komando Resort Militer (Korem) 022/Pantai Timur yang turut dalam pencarian korban hilang. Jumlahnya mencapai 166 orang.


Yang pasti adalah jumlah korban yang telah berhasil dievakuasi. Total, ada 19 orang. Seorang di antaranya meninggal. Korban tewas adalah Tri Suci Hadayani. Perempuan berumur 24 tahun itu warga Aceh Tamiang.


Yusri menambahkan, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik penumpang. Antara lain, sebuah tas hitam berisi satu unit handphone dan KTP atas nama Maya Oktavianti asal Binjai. "Masih diduga merupakan salah satu penumpang," paparnya.


Juga ditemukan tiga tas lain, dua jaket hitam, dua jeriken. Plus satu ember berserta potongan jeriken yang diduga berasal dari kapal yang tenggelam tersebut.


KM Sinar Bangun terbalik, kemudian tenggelam pada pukul 17.30 Senin lalu. Hanya 30 menit setelah kapal kayu itu meninggalkan Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Simalungun. Sinar Bangun mengangkut lebih dari 100 penumpang dan puluhan sepeda motor.


Metro Siantar (Jawa Pos Group) kemarin melaporkan, bangkai kapal sudah ditemukan di kedalaman Danau Toba, mengutip seorang petugas SAR, dua gulungan tali rafia. Petugas masih mengumpulkan alat untuk mengangkut kapal nahas tersebut.


Pencarian korban bakal terus dilakukan sampai empat hari ke depan. "Sesuai dengan aturan, tujuh hari pencarian bisa diperpanjang tiga hari," terang Budiawan kepada Jawa Pos.


Petugas menggunakan tiga kapal untuk menyisir Danau Toba. Yakni, kapal milik Organisasi Perkapalan Simanindo serta KMP Sumut I dan II. "Petugas gabungan Polri, Basarnas, dan TNI," terang Yusri.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore