
Ilustrasi pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), di Jakarta.
JawaPos.com - Penyelundupan narkoba jenis sabu terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Kamis (14/6). Aksi pelaku ini terbilang cerdik. Mereka mengemas 11 paket sabu di dalam sebuah bola tenis.
Informasi dirangkum Manado Post (Jawa Pos Grup) dari Lapas Manado, pengungkapan diawali kecurigaan petugas lapas terhadap gerak-gerik warga binaan. Mulanya salah seorang napi tiba-tiba mengajukan diri membersihkan rerumputan di sisi kanan lapas, antara dinding dan blok tahanan.
Namun, saat itu petugas tidak mengizinkan. Lantaran curiga dengan permintaan itu, petugas pun melakukan pengecekan. Di lokasi itu petugas menemukan sebuah bola tenis.
"Karena dicurigai narkotika, diamankan ke ruangan saya, sambil menunggu petugas BNNP Sulut," kata Kepala Lapas Kelas IIA Manado Sulistyo Wibowo, dikutip dari Manado Post (Jawa Pos Grup), Sabtu (16/6).
Tak lama, petugas BNNP datang. Mereka pun langsung mengidentifikasi bola tenis ini, dengan cara mengiris bola tersebut dengan pisau kater (cutter). Benar saja, penyidik BNNP menemukan 11 paket narkotika jenis sabu.
"Petugas BNNP kemudian langsung melakukan screening atau pengecekan awal dan ternyata positif narkotika sabu," tukas Wibowo.
Kabid Pemberantasan BNNP AKBP John Thenu mengatakan, penemuan sudah dikoordinasikan. "Setelah sampai di sini (lapas), kami langsung lakukan identifikasi bersama di ruangan Kalapas dan menemukan 11 paket narkoba jenis sabu," ungkap Thenu.
Dari 11 paket yang diamankan, ada satu paket yang lebih dari satu gram. "Harga satu paket ini dihargai sekitar Rp 3,5 juta. Jadi, total ada sekitar Rp 40 juta lebih. Ini akan terus kami lakukan pengembangan termasuk menginterogasi napi," ucapnya.
Menurut pakar hukum pidana Toar Palilingan MH, guna menekan bisnis barang gelap ini, aparat terkait wajib perketat pengawasan. "Pengawasan selama ini sudah sangat baik. Itu dibuktikan dengan sejumlah pengungkapan di Sulut," katanya.
Tapi petugas tidak boleh lengah. Yang perlu jadi peringatan, kata akademisi Unsrat itu, yaitu masih adanya keterlibatan oknum-oknum petugas berwenang dalam sejumlah kasus.
"Karena Indonesia merupakan pasar narkoba yang cukup besar. Untuk itu ancaman hukuman berat sampai dengan hukuman mati, masih sangat relevan," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
