
MOGOK MASAL: Puluhan pengepul ayam potong melakukan aksi mogok di depan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (9/6).
JawaPos.com - Puluhan pengepul ayam potong di Soloraya melakukan aksi mogok masal, di depan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (9/6).
Aksi ini sebagai bentuk kekesalan para pengepul karena harga ayam terus naik dalam dua bulan terakhir. Tidak hanya itu, pasokan ayam juga semakin sulit didapatkan sehingga semakin menyulitkan para pengepul.
Salah satu perwakilan pengepul ayam potong Soloraya, Ari Sugeng, 37, menjelaskan, dalam dua bulan terakhir harga ayam sudah mencapai Rp 22.500 dari kandang. Padahal, seharusnya harga hanya berkisar di angka Rp 18.000-Rp 19.000 saja.
"Kalau harga segitu biasanya saat lebaran kami bisa menjual, tapi kalau untuk saat ini kami jelas kesulitan," terangnya kepada JawaPos.com di sela aksi.
Dengan harga Rp 22.500, Ari menambahkan, para pengepul biasa menjual kepada pedagang dengan harga Rp 23.500 atau hanya mendapatkan keuntungan kotor sebesar Rp 1.000 saja.
Sedangkan keuntungan tersebut masih harus dikurangi untuk timbangan, transportasi dan yang lainnya. "Jika dihitung-hitung keuntungan bersih kami untuk setiap kilogram sebesar Rp 300 saja. Kalau harga jual ayam di pasaran sekarang sudah mencapai Rp 37.000," ucapnya.
Selain itu, kekesalan para pengepul juga dikarenakan sulitnya pasokan ayam dari kandang. Jika biasanya para pengepul bisa mendapatkan pasokan ayam pukul 19.00 WIB, sekarang menjadi pukul 03.00 WIB.
Ari berharap, kepada perusahaan atau pun peternakan untuk menurunkan harga jual ayam. "Sudah harganya naik, pasokan ayam juga sulit. Kami ingin harga kembali normal seperti biasa," katanya.
Aksi yang diikuti lebih dari 50 pengepul ini akan berjalan selama dua hari yakni Sabtu-Minggu (9-10/6). Aksi ini diharapkan dapat membuat perusahaan atau peternakan ayam potong agar menurunkan harganya.
Hal yang sama diungkapkan oleh pengepul lainnya, Sarno, 34. Penormalan harga ayam memang harus segera dilakukan. Jika harga terus naik, dirinya pun juga akan kesulitan untuk menjualnya. "Kami ingin harga diturunkan seperti sediakala," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
