
DIASPAL: Kondisi jalan tol Solo-Ngawi sebagian sudah diaspal dan siap dilewati para pemudik pada arus mudik dan balik lebaran kali ini.
JawaPos.com - Pengelola jalan bebas hambatan (Tol) Solo-Ngawi, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mengimbau kepada seluruh pemudik atau pengguna jalan tol untuk memperhatikan batas kecepatan.
Tidak hanya itu, PT JSN juga meminta pemudik untuk mewaspadai adanya perlintasan sebidang dengan jalan warga yang sampai saat ini belum ditutup.
Direktur Utama PT JSN, David Wijayatno mengungkapkan, untuk tol mulai dari Solo-Ngawi dengan panjang mencapai 90 kilometer masih ada banyak perlintasan sebidang. Setidaknya ada sekitar 11 perlintasan sebidang yang belum bisa ditutup karena terkendala keberadaan jalur pengganti.
"Sepanjang jalan Sragen sampai dengan Ngawi itu ada 11 perlintasan sebidang dengan jalan warga, dan kami imbau agar pemudik tetap memperhatikan kecepatan yakni maksimal 40 kilometer per jam," ucapnya d isela-sela pengecekan jalan tol Colomadu-Kartasura-Salatiga, Kamis (7/6).
Perlintasan sebidang dengan jalan warga itu berada di wilayah Ngawi. Untuk itu bagi pemudik yang melintas di jalur Ngawi agar benar-benar memperhatikan kondisi sekitar. Mengingat, keberadaan jalan sebidang tersebut masih menjadi lalu lintas warga dalam beraktivitas.
Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, PT JSN juga menyiagakan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan khususnya di perlintasan sebidang dengan jalan warga.
"Kami juga sudah melakukan pemasangan rambu-rambu di sepanjang jalan tol," katanya.
Selain masalah perlintasan sebidang, David menambahkan, permasalahan yang masih menjadi kendala untuk kelancaran perjalanan pemudik adalah adanya permasalahan di lima overpass. Hal ini disebabkan pembuatan oprit di lima overpass belum juga rampung. Seperti yang ada di Kedungharjo, Sidolaju, Cengkri dan juga Bangunrejo Kidul.
"Semua itu ada di wilayah Ngawi. Dan kami sudah menyiagakan petugas untuk berjaga selama 24 jam," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
