
RUMAH KEDUA : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman (empat kiri depan) dalam safari ramadan ke pondok pesantren modern Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo asuhan KH Nur Cholis Misbah (lima kiri depan) dihadiri Forkopimda Sidoarjo, Selasa (29/5). Kola
JawaPos.com -- Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman memanfaatkan momen hari libur Waisak, Selasa (29/5), dengan safari ramadan di pondok pesantren modern Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo. Arif mengakui bahwa TNI pada era pascakemerdekaan silam sangat erat dengan lingkungan pesantren.
''Pesantren dari zaman perjuangan dulu adalah pusat perjuangan mengusir penjajah. Semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman), pertama kali digelorakan kaum santri. Dan, TNI merupakan anak kandung dari santri itu sendiri,'' tegas Arif saat berbicara di depan undangan komponen masyarakat di Kota Udang petang itu.
Semangat tersebut harus terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama. Khususnya yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme, bahwa Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air.
Begitu pula mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air. ''Kehidupan santri harus digunakan sebagai contoh revitalisasi etos moral kesederhaan dan spiritualme yang melekat sebagai karakter,'' seru Arif.
Mantan Gubernur Akmil itu berharap santri zaman modern dapat mengemban amanah kalimatul haq (kalimat benar). Yakni, berani menyatakan iya terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan tidak. Kemudian, sanggup menyatakan tidak pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan iya. ''Itulah karakter dasar santri yang hidup di tengah dunia digital,'' imbuh alumnus Akmil 1988 kelahiran Ciparay, Bandung Selatan.
Di tempat yang sama, pimpinan Ponpes Al Amanah KH Nur Cholis Misbah mengungkapkan bahwa pesantren merupakan rumah besar TNI dan Polri. ''Santri dan ulama dalam sejarah perang kemerdekaan tidak pernah lelah. Bahkan ketika lahir Peta (Pembela Tanah Air) pimpinan batalyonnya adalah ulama,'' ungkitnya. Dia menekankan agar TNI-Polri tidak melupakan pesantren sebagai markas kedua setelah mako.
Nur Cholis mempersilahkan para serdadu TNI maupun anggota Polri meluangkan waktu mampir ke pesantrennya. Pada era sekarang, perang tidak hanya dimenangkan dengan senjata. Dia meyakini inspirasi semangat bambu runcing para santri dan kiai silam dapat mengalahkan senapan serbu otomatis M16. ''Kami siapkan agar bisa ngliwet bersama, masak sambal terong bersama, dan menikmati suasana spiritual pesantren bersama,'' pungkasnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
