
ilustrasi mandi. Seorang anggota DPRD Kalimantan Barat dari Partai Demokrat terciduk operasi pekat. Dia mengaku hanya menumpang mandi di kamar staf perempuannya.
JawaPos.com - Seorang anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Tanto Yakobus diciduk Polres Sekadau yang menggelar operasi pekat, pada Sabtu (19/5) malam. Ketua Fraksi Partai Demokrat itu kedapatan berada dalam kamar Hotel Borneo Sekadau bersama seorang perempuan yang bukan istrinya.
Diketahui perempuan tersebut merupakan stafnya bernama Khatarina. Kendati begitu, Tanto mengaku tidak melakukan apa-apa dengan Khatarina.
Berdasarkan penjelasan Tanto, ia bersama Khatarina sebatas pekerjaan. Sebelumnya, ia bersama rombongan mengikuti kampanye. Setelah itu, mereka menginap di hotel.
"Saya bersama rombongan akan melangsungkan acara di Sekadau karena sedang masa reses," ujarnya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Kamis (24/5).
Ia bersama tim resesnya menyewa dua kamar sekitar pukul 23.07 WIB. Kemudian Tanto bermaksud numpang mandi di kamar Khatarina. Sebab kamar satunya sedang digunakan staf lainnya.
Ketika berada di kamar, ternyata Khatarina sedang mandi. Sambil menunggu stafnya itu mandi, ia duduk di depan televisi. "Bu Khatarina sedang mandi dan saya masih di depan TV, baru akan memegang remote control," katanya.
Belum selesai ia mandi, kamar diketuk dari luar. Tanpa pikir panjang ia membukakan pintu. Ternyata polisi sedang menggelar operasi pekat.
"Saya ndak ada berpikir apa-apa saat diketuk, karena wanita yang sekamar adalah staf reses saya," tuturnya.
Ketika petugas menanyakan siapa yang sedang mandi, Tanto mengatakan seorang perempuan. Dari situ petugas tahu bahwa ada perempuan, sehingga ditunggunya.
"Usai dari situ kami dibawa ke Polres," ceritanya.
Saat di Mapolres Sekadau, Tanto mengaku diperiksa polisi. Bahkan saat itu, ia masih menggunakan pakaian partai.
Polisi sempat menyuruhnya mengganti pakaian partai yang dikenakannya. Sebab polisi merasa tidak enak saat ia diperiksa masih menggunakan pakaian partai.
"Saya hanya klarifikasi saat di Polres bahwa kami tidak melakukan apa-apa. Khatarina adalah staf saya yang telah lama bekerja dengan saya," tuturnya.
Ditegaskannya, ia bersama stafnya tersebut telah membuat pernyataan di polisi bahwa mereka murni bekerja. Tidak pernah ada kejadian sebagaimana diberitakan pada saat ia terjaring operasi pekat, apalagi sampai melakukan tindakan asusila.
Bersama tiga staf dan sopirnya, Tanto meyakinkan jika mereka sering berpergian bareng menyangkut pekerjaan partai. Untuk itu, ia berharap kejadian tersebut tidak dipelintir.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
