Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Mei 2018 | 21.33 WIB

Kementerian PUPR Didesak Bangun Jalur Penyelamat di Flyover Kretek

Petugas kepolisian dibantu warga berupaya mengevakuasi para korban kecelakaan di jalur dalam kota Bumiayu yang menyebabkan belasan nyawa melayang. - Image

Petugas kepolisian dibantu warga berupaya mengevakuasi para korban kecelakaan di jalur dalam kota Bumiayu yang menyebabkan belasan nyawa melayang.

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera membangun jalur penyelamat di flyover Kretek, Bumiayu, Kabupaten Brebes. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kembali jatuhnya korban, menyusul kecelakaan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.


Hadi menilai, pembangunan jalur penyelamat di lokasi tersebut bahkan kini sudah kian mendesak. "Pembangunan jalur penyelamat di flyover Kretek di sisi kiri dari arah Brebes sudah bersifat sangat urgent dilakukan agar kecelakaan tidak terus terulang," katanya saat dihubungi, Senin (21/5).


Sederet kecelakaan yang berlokasi di flyover Kretek, lanjutnya, terjadi akibat permasalahan geometrik jalan, yakni alinyemen vertikal dan horizontal. Menurutnya, sebelum kecelakaan pengemudi cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melintasi kawasan tersebut.


"Padahal ada tikungan setelah tanjakan. Sehingga bisa dipastikan kalau lewat dengan muatannya penuh dan kecepatannya melebihi ketentuan, maka laju kendaraan akan tidak terkontrol," katanya lagi.


Hadi mengaku sudah menyampaikan beberapa masukan kepada pemerintah terkait hal ini. Terlebih semenjak flyover Kretek dijadikan jalur nasional, sementara di satu sisi tingkat kecelakaan di sana masih tinggi. Namun ia membeberkan, saat ini pembangunan jalur penyelamat masih terkendala upaya pembebasan lahan.


"Kami dan Pemerintah Provinsi Jateng hanya mendorong ke pemerintah pusat, kalau memang boleh pembebasan lahan terkait pembangunan jalur penyelamat menggunakan anggaran pemprov atau pemkab, kami siap," imbuhnya.


Tak berhenti sampai di situ, Hadi menjelaskan sudah ada sejumlah pihak yang meminta Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan setempat untuk memperbesar ukuran rambu.


"Selain itu, ada pendekatan teknis yang harus segera dilakukan pemerintah yakni memperbanyak pita kejut atau polisi tidur berukuran kecil agar ada kesadaran mengurangi kecepatan saat melintas di jalur tersebut," tandasnya.


Seperti diketahui, pada Minggu (20/5) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB, sebuah truk tronton bermuatan gula pasir mengalami hilang kendali saat melintasi flyover Kretek dari arah Purwokerto menuju Jakarta di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes. 


Truk tersebut kemudian menabrak sejumlah kendaraan bermotor dan deretan rumah di sekitar tempat kejadian perkara. Akibatnya, 12 orang dinyatakan meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka. Polisi kemudian pada Senin (21/5) pagi menetapkan sopir sebagai tersangka atas perisitiwa nahas ini.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore