Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Maret 2018 | 00.16 WIB

Kisah Pilu Perjuangan Hidup Erin, Gajah Berbelalai Buntung

Erin saat diangon Sukowiyono di padang sabana Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur. - Image

Erin saat diangon Sukowiyono di padang sabana Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur.

JawaPos.com — Bagi seekor gajah, belalai adalah anggota tubuh yang sangat vital. Belalai digunakan untuk mencari makan, mandi, minum dan berbagai aktivitas lainnya. Namun malang bagi gajah betina liar berumur kurang lebih empat tahun ini. Erin demikian ia diberi nama.


Erin harus hidup dengan belalai buntung. Kondisi tersebut dialami Erin setelah belalainya diduga terkena kawat yang dipasang oleh pemburu. Erin diselamatkan oleh Tim Elephant Respon Unit (ERU) pada Juni 2016.


Dengan belalai terpotong itu, kehidupan Erin sebagai gajah liar sangat memprihatinkan. Erin kerap terpantau ditinggal induk dan kelompok gajah lainnya. Melihat kondisi itu, tim ERU mencoba mengevakuasi Erin.


Meski dengan kondisi yang lemah, evakuasi Erin terbilang cukup sulit lantaran gajah liar itu kerap berlari dan berhasil bergabung dengan kelompok gajah liar lain.


Meski demikian, Tim ERU Balai Konservasi Taman Nasional Way Kambas terus melakukan pemantauan. Sampai akhirnya Erin ditemukan sendirian dalam keadaan lemas di pinggiran rawa.


Mahfud Handoko dari Unit Diklat Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang saat itu ikut dalam evakuasi mengatakan kondisi Erin saat dievakuasi sangat kurus.


Bahkan tulang rusuknya terlihat sangat jelas. Selain itu di sekujur tubuhnya juga didapati luka yang diduga karena Erin sering terjatuh saat mencari makan.


“Setelah berhasil kita evakuasi, Erin langsung kita bawa ke Rumah Sakit Gajah,” kata Mahfud saat ditemui di TNWK, Kamis (22/3).


Sesampainya di sana, Erin ditangani oleh dokter hewan di Rumah Sakit Gajah tersebut. Erin diberikan vitamin dan obat-obatan hingga sembuh.


Hampir dua tahun sejak Juni 2016 pascaevakuasi, kondisi Erin sekarang sudah membaik. Saat ini bobotnya kurang lebih 450 kilogram.


Meski bobot itu cukup jauh dari berat gajah normal seusianya yang biasanya sampai 600 kg. Namun kondisi fisik Erin terlihat seperti gajah normal pada umumnya. Erin sudah bisa berlari-lari kecil menghampiri Sukowiyono Mahout yang merawat dan melatihnya sejak Agustus 2018.


Mahfud Handoko menambahkan, meski Erin sudah terlihat sehat, perhatian ekstra terus diberikan. Ia mengatakan Erin mendapatkan jatah makanan kusus seperti buah pisang dan vitamin yang diberikan rutin.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore