
Guru pedalaman yang tergabung dalam Masyarakat SM-3T Institut (MSI) Aceh harus menyeberang sungai menggunakan getek.
JawaPos.com – Perjuangan para guru pedalaman yang tergabung dalam Masyarakat SM-3T Institut (MSI) Aceh untuk mengedukasi anak-anak di SMP Negeri 4 Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Aceh patut diapresiasi.
Pasalnya, mereka harus menempuh perjalanan yang cukup panjang hingga harus menyeberang sungai menggunakan rakit agar bisa sampai ke lokasi.
Para guru ini menjalankan misi Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) yang merupakan agenda rutin Masyarakat SM-3T Indonesia.
Ketua MSI Aceh Muzakkir mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Guru Garis Depan (GGD) Aceh. Kegiatan itu dilaksanakan selama dua hari yakni pada Sabtu, 17 Maret dan Minggu, 18 Maret 2018. Tim MeAN Aceh Timur sampai ke lokasi pukul 12.00 WIB pada Jumat (16/3) lalu.
“Sampai di sana, sweater kami yang mulanya hitam berubah menjadi coklat, akibat debu yang menempel saat di perjalanan. Disertai lintasan yang harus melalui sungai dengan menggunakan getek (rakit),” kata Ketua MSI Aceh Muzakkir kepada JawaPos.com, Rabu (21/3).
Walaupun sudah menjadi alumni lanjutnya, semangat untuk megabdi tidak bisa dihentikannya. "Pelaksanaan kali ini menyasar Aceh Timur, Provinsi Aceh yang merupakan pelaksanaan keempat di tahun ini,” ujarnya.
Dia menyebutkan, pelaksanaan kegiatan serupa sudah dilakukan di berbagai provinsi, seperti di Solok Selatan Sumatera Barat; Jeneponto Sulawesi Selatan dan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Hingga kini kegiatan ini terus berlangsung dan dilaksanakan.
“Sedangkan secara nasional, pelaksanaanya sudah ke-22 sejak MeAN diinisiasi sebagai program unggulan Masyarakat SM-3T Indonesia, ” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia (MeAN) Zulfahmi menambahkan, dalam kegiatan ini para guru pedalaman ini memberikan serangkaian materi atau kegiatan kepada pelajar SMP Negeri 4 Sijudo. Semuanya dilakukan untuk mengedukasikan anak negeri, khususnya anak-anak yang tinggal di daerah pedalaman.
Kegiatan ini lanjutnya, berupa Literasi Sekolah; Sosialisasi Bahaya Narkoba; Pelatihan Kepemimpinan; Hasta Karya Siswa dan Masyarakat; Pengelolaan Mading; Film Edukasi; Permainan Edukasi serta Penyaluran Bantuan SM-3T Peduli.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya mampu mendapatkan nilai yang baik di kelas. Tapi harus mengetahui bagaimana bekerjasama dalam satu tim, mempunyai kreativitas dalam berkarya, sehingga nantinya menjadi penerus bangsa yang luar biasa,” kata Zulfahmi.
Dia mengatakan, selain mengedukasi anak-anak pedalaman di Aceh Timur, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa tas sebanyak 40 buah. Bantuan tersebut merupakan hasil kerjasama Masyarakat SM-3T Aceh dengan Yayasan Tungga Dewi Foundation.
“Penyaluran bantuan diserahkan langsung Muzakkir selaku Ketua Masyarakat SM-3T Aceh. Bantuan tas ini diharapkan membantu peserta didik untuk terus semangat dalam belajar,” tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
