
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat mengisi forum grup discusion bersama Dishub Jateng, di VIP Terminal Penumpang Tanjung Emas, Semarang.
JawaPos.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta pemerintah pusat segera menyediakan tempat istirahat khusus bagi sopir bus. Alasannya, tingginya angka kecelakaan di jalan raya ditengarai akibat faktor kelelahan pengemudi.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, hasil investigasi terakhir pihaknya mengungkapkan bahwa kelalaian seorang sopir bus dalam berkendara besar kemungkinan disebabkan oleh faktor kelelahan. Meski bisa dikata menjadi rahasia umum, Ia menilai pemerintah selama ini kurang memperhatikan hal tersebut.
"Seharusnya hal-hal semacam ini (tempat istirahat sopir) bisa ditanggapi dengan baik oleh pemerintah kota maupun pusat. Bisa jadi tupoksinya kewenangan Kemenhub, Kemenaker atau pemerintah kabupaten/kota," ungkapnya, saat forum grup discusion bersama Dishub Jateng, di VIP Terminal Penumpang Tanjung Emas, Semarang, Kamis (22/2).
Menurutnya istirahat cukup adalah bekal sopir sebelum mengemudikan kendaraanya, apalagi dengan jarak tempuh yang jauh. Dengan demikian, ia pun menyoroti adanya jam kerja yang melewati ketentuan, sehingga memicu kelelahan yang dialami si pengemudi.
"Banyak (jam kerja) yang melewati batas aturan dan saya heran kenapa tidak ada tindakan sama sekali dari Kemenaker," Padahal dalam aturannya, lanjutnya, setiap sopir maksimal mengemudi 8 jam per hari, 40 jam per minggu dan 100 jam per bulan.
Soerjanto menyebut penerapan jam kerja sopir bus yang melebihi batas telah menjadi fokus investigasinya selama dua tahun terakhir. Ia mencontohkan saat musim mudik tiba, dimana sering bagi sopir bus untuk menempuh waktu 28 jam dari Jakarta sampai Blitar, Jawa Timur.
Sesampainya di Blitar, seorang sopir biasanya hanya istirahat sekitar satu jam sebelum segera kembali lagi ke Jakarta.
"Tentunya jam kerjanya di luar batas kemampuan manusia. Malahan ada pula pengemudi yang terus-terusan kerja kerja macam itu tiga bulan penuh. Itu kan terjadi kelelahan luar biasa," tuturnya.
Oleh karenanya, ia mengimbau dengan sangat kepada para pengusaha otobus untuk memanusiakan sopir mereka. "Kan bisa pakai dua pengemudi, atau paling tidak ada tempat tidur supaya sopir bisa bergantian beristirahat," tandasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
