
Orangutan Albino
JawaPos.com - Alba, orangutan yang ditemukan 29 April 2017 di Desa Tanggirang, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kini bakal bernafas lega. Musabnya, tidak lama lagi Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng Palangka Raya, bekerja sama dengan BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah akan melepasliarkan satu individu orangutan yang sangat unik tersebut.
Kenapa unik, karena individu orangutan ini memiliki kelainan bulu dan kiliy yakni berwarna keputihan, sehingga disebut sebagai orangutan albino, dan dinamakan Alba.
CEO Yayasan BOS Nyaru Menteng, Jamartin Sihite menjelaskan, saat ditemukan, Alba berusia sekitar 5 tahun dan menunjukkan perilaku liar serta menolak berdekatan dengan manusia.
“Gejala albinisme seperti kurangnya pigmen melanin dirambut dan kulit bisa menyebabkan komplikasi kesehatan seperti penglihatan yang lemah, pendengaran kurang baik, dan kanker kulit, sehingga membuatnya rentan menjadi korban perburuan atau hewan pemangsa,” jelasnya, Rabu (19/1), dikutip dari Radar Sampit (JawaPos Group).
Karena itu, lanjutnya, untuk menjamin Alba bisa menjalani hidup yang bebas dan lengkap, maka BOS Nyaru Menteng Palangka Raya membuatkannya sebuah pulau berhutan. Di tempat itu diharapkan Alba hidup bebas di habitat alami, namun tetap terlindungi dari ancaman manusia.
“Alba sejak masuk ke Nyaru Menteng sudah menunjukkan sifat liar. Ia tidak mau berdekatan dengan manusia,” tulis Jamartin Sihite CEO Yayasan BOS yang dikirimkan melalui Humas Nyaru Menteng Monterado Fridman.
Jamartin menuturkan, saat ini kondisi Alba secara umum sehat, kendati albinisme membuatnya sensitif terhadap cahaya matahari, namun dia masih tetap mampu memanjat pohon dengan baik dan bergerak di antara cabang.
“Dengan kondisi ini membuat kami bertekad menyiapkan sebuah suaka khusus dan aman dalam bentuk pulau yang berhutan dengan pohon tinggi dan lebat. Kami percaya ini bisa membantu Alba untuk hidup bebas namun kebutuhannya tetap terpenuhi,” harapnya.
Nantinya hutan suaka yang akan ditinggali Alba akan dijaga sepanjang waktu. “Kami telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan pembuatan pulau suaka ini. Namun kami masih membutuhkan waktu untuk memastikan pulau ini tetap aman, dan layak baginya,” ucapnya.
Nantinya, di pulau seluas 10 hektare Alba akan ditempatkan bersama tiga orangutan lain bernama Radmala (betina usia 4 tahun), Kika (betina usia 6 tahun), dan Unyu (jantan usia 4 tahun) yang telah sebelumnya dikenalkan dengan Alba dan menjalin pertemanan dengannya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
