
ILUSTRASI Orangutan
JawaPos.com - Tim SAR Gabungan mendapati fakta memilukan saat melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di Pulo Pakkat, Kecamatan Sipabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (3/12). Petugas mendapati bangkai satwa langka, orangutan tapanuli.
Dikutip dari pemberitaan Metro Daily (Jawa Pos Group) pada Sabtu (13/12), lokasi temuan bangkai satwa langka itu berjarak sekitar 6 kilometer dari Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Mirisnya, bangkai orangutan Tapanuli itu tertimbun kayu gelondongan.
Berdasar keterangan dari relawan dari Divisi Kebencanaan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Tapanuli Selatan, Decky Candrawan, medan menuju lokasi tersebut sangat sulit dilalui. Untuk menjangkau lokasi tersebut hanya bisa dengan cara menyeberangi sungai.
”Karena hanya bagian tangannya (orangutan Tapanuli itu) yang terlihat, awalnya kami mengira itu jenazah manusia. Tubuhnya tertimbun kayu dan lumpur. Setelah material dibongkar, ternyata itu bangkai orangutan,” kata Decky.
Menurut Decky, bangkai satwa langka tersebut sudah membusuk. Namun demikian, dia memastikan bahwa ciri fisik orangutan itu masih tampak jelas. Dia mengungkapkan bahwa bulunya berwarna jingga dan struktur tengkoraknya sangat khas.
”Berdasarkan pengamatan, itu orangutan betina remaja. Kondisi tubuhnya sekitar 80 persen masih utuh, sebagian sudah mengalami pembusukan,” ujarnya.
Bangkai orangutan Tapanuli tersebut untuk sementara diamankan dan diberi penanda. Hanya saja evakuasi belum dapat dilakukan karena keterbatasan personel. Selain itu, prioritas operasi SAR saat ini adalah pencarian korban hilang di seluruh lokasi terdampak bencana.
”Kami fokus pada pencarian korban manusia terlebih dahulu. Pada waktu bersamaan juga ada temuan jenazah korban banjir yang harus segera dievakuasi. Kami tidak memungkinkan membawa bangkai satwa itu ke pusat penanganan jenazah,” terang dia.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia pasca bencana melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Sampai hari ini, angka korban meninggal dunia di 3 provinsi tersebut sebanyak 1.006 orang. Korban meninggal paling banyak berasal dari Agam, Sumbar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa tambahan korban meninggal dunia itu berasal dari Aceh, Sumut, dan Sumbar. Rinciannya 4 korban ditemukan di Aceh, 6 korban di Sumut, dan 1 korban di Sumbar. Sehingga jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan dalam operasi SAR hari ini sebanyak 11 orang.
”Untuk data korban meninggal per hari ini dari data kami secara umum rekapitulasi 3 provinsi menunjukkan angka 1.006 jiwa korban meninggal dunia. Perubahan ini terjadi di Aceh dari 411 ke 415 jiwa korban meninggal dunia, kemudian Sumatera Utara dari 343 menjadi 349, dan Sumatera Barat dari 241 ke 242,” terang Abdul Muhari.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
