
Warga empat desa marga Serampas melewati jalan yang rusak parah untuk ke Kantor Camat
Pembangunan infrastruktur jalan yang digencarkan pemerintah ternyata belum menyentuh semua kawasan di Indonesia. Terutama daerah terisolasi. Di Jambi misalnya, warga empat desa marga Serampas masih membutuhkan waktu lima jam untuk menempuh jarak 25 km dari Desa Rantau Kermas ke Renah Kemumu. Hal itu disebabkan oleh jalannya yang berlumpur.
DONI SAPUTRA
---
PROGRAM pemerataan pembangunan infrastruktur kini memang tengah digalakkan pemerintah. Namun, warga empat desa marga Serampas di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, belum merasakannya.
Desa paling ujung marga Serampas adalah Renah Kemumu. Masyarakat desa setempat sudah berkali-kali melakukan mediasi dengan pemerintah untuk pembangunan jalan desa mereka. Namun, hingga kini keinginan itu belum terealisasi. Mobilitas mereka masih saja tertelan waktu di perjalanan karena harus berjibaku dengan lumpur.
Jangankan kendaraan roda empat, sepeda motor saja susah melewati jalan tersebut. Setiap pengendara harus dibantu 2-3 orang untuk mendorong dari belakang. Demikian pula yang dirasakan warga Desa Tanjung Kasri, Lubuk Mentilin, dan Rantau Kermas. Derita itu mereka rasakan sejak Indonesia merdeka.
''Jangankan hendak ke Kota Bangko. Ke kantor camat saja yang berada di Desa Muara Madras, kami cukup sulit,'' ujar salah seorang warga Desa Renah Kemumu.
Memang, kata dia, ada beberapa kali perbaikan jalan. Namun, itu hanya sekadarnya. Ketika musim penghujan, jalan kembali menjadi kubangan lumpur yang sangat sulit dilewati.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Renah Kemumu Aswis. Menurut dia, kesulitan paling utama yang dialami warga desanya adalah permasalahan infrastruktur. ''Kami memang butuh perbaikan jalan. Kepada pemerintah, tolong perhatikan jalan kami,'' ujar Aswis beberapa waktu lalu.
Menurut dia, seluruh jalan dari Desa Rantau Kermas melewati Desa Lubuk Mentilin, Tanjung Kasri, hingga ke Desa Renah Kemumu rusak parah. Di beberapa titik ruas jalan juga terjadi longsor.
Aswis lantas memberikan ilustrasi. Jarak dari Desa Rantau Kermas ke Renah Kemumu sekitar 24 kilometer. Dalam kondisi jalan kering, jarak itu bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam dengan menggunakan sepeda motor. Kalau menggunakan mobil, waktu tempuh sekitar 2 jam. ''Namun, sekarang kalau dari Rantau Kermas sampai ke Renah Kemumu, bisa 5-6 jam. Itu pakai motor. Kalau mobil, bisa dua hari,'' tegasnya.
Tidak sembarang mobil yang bisa melewati jalan tersebut. Hanya mobil-mobil yang sudah dimodifikasi untuk medan off-road yang direkomendasikan untuk lewat. Itu pun biasanya digunakan untuk memasok bahan pangan dan membawa keluar hasil pertanian masyarakat setempat.
Beberapa waktu lalu, jalan tersebut juga sempat viral di media sosial. Ratusan komentar menyelimuti foto yang diunggah di Facebook. Tak pelak, posting itu membuat netizen prihatin dan berharap ada perhatian dari pemerintah.
Dengan kondisi jalan seperti itu, bukan tak mungkin desa yang terus berusaha berkembang dan maju akan semakin terbelakang. Diperlukan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merangin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
