Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Desember 2017 | 14.41 WIB

Menjajal Daerah Terisolasi Jambi, Jarak 24 Km Ditempuh Dengan 5 Jam

Warga empat desa marga Serampas melewati jalan yang rusak parah untuk ke Kantor Camat - Image

Warga empat desa marga Serampas melewati jalan yang rusak parah untuk ke Kantor Camat

Pembangunan infrastruktur jalan yang digencarkan pemerintah ternyata belum menyentuh semua kawasan di Indonesia. Terutama daerah terisolasi. Di Jambi misalnya, warga empat desa marga Serampas masih membutuhkan waktu lima jam untuk menempuh jarak 25 km dari Desa Rantau Kermas ke Renah Kemumu. Hal itu disebabkan oleh jalannya yang berlumpur.


DONI SAPUTRA


---


PROGRAM pemerataan pembangunan infrastruktur kini memang tengah digalakkan pemerintah. Namun, warga empat desa marga Serampas di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, belum merasakannya.


Desa paling ujung marga Serampas adalah Renah Kemumu. Masyarakat desa setempat sudah berkali-kali melakukan mediasi dengan pemerintah untuk pembangunan jalan desa mereka. Namun, hingga kini keinginan itu belum terealisasi. Mobilitas mereka masih saja tertelan waktu di perjalanan karena harus berjibaku dengan lumpur.


Jangankan kendaraan roda empat, sepeda motor saja susah melewati jalan tersebut. Setiap pengendara harus dibantu 2-3 orang untuk mendorong dari belakang. Demikian pula yang dirasakan warga Desa Tanjung Kasri, Lubuk Mentilin, dan Rantau Kermas. Derita itu mereka rasakan sejak Indonesia merdeka.


''Jangankan hendak ke Kota Bangko. Ke kantor camat saja yang berada di Desa Muara Madras, kami cukup sulit,'' ujar salah seorang warga Desa Renah Kemumu.


Memang, kata dia, ada beberapa kali perbaikan jalan. Namun, itu hanya sekadarnya. Ketika musim penghujan, jalan kembali menjadi kubangan lumpur yang sangat sulit dilewati.


Hal senada disampaikan Kepala Desa Renah Kemumu Aswis. Menurut dia, kesulitan paling utama yang dialami warga desanya adalah permasalahan infrastruktur. ''Kami memang butuh perbaikan jalan. Kepada pemerintah, tolong perhatikan jalan kami,'' ujar Aswis beberapa waktu lalu.


Menurut dia, seluruh jalan dari Desa Rantau Kermas melewati Desa Lubuk Mentilin, Tanjung Kasri, hingga ke Desa Renah Kemumu rusak parah. Di beberapa titik ruas jalan juga terjadi longsor.


Aswis lantas memberikan ilustrasi. Jarak dari Desa Rantau Kermas ke Renah Kemumu sekitar 24 kilometer. Dalam kondisi jalan kering, jarak itu bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam dengan menggunakan sepeda motor. Kalau menggunakan mobil, waktu tempuh sekitar 2 jam. ''Namun, sekarang kalau dari Rantau Kermas sampai ke Renah Kemumu, bisa 5-6 jam. Itu pakai motor. Kalau mobil, bisa dua hari,'' tegasnya.


Tidak sembarang mobil yang bisa melewati jalan tersebut. Hanya mobil-mobil yang sudah dimodifikasi untuk medan off-road yang direkomendasikan untuk lewat. Itu pun biasanya digunakan untuk memasok bahan pangan dan membawa keluar hasil pertanian masyarakat setempat.


Beberapa waktu lalu, jalan tersebut juga sempat viral di media sosial. Ratusan komentar menyelimuti foto yang diunggah di Facebook. Tak pelak, posting itu membuat netizen prihatin dan berharap ada perhatian dari pemerintah.


Dengan kondisi jalan seperti itu, bukan tak mungkin desa yang terus berusaha berkembang dan maju akan semakin ter­belakang. Diperlukan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merangin. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore