Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2017 | 14.55 WIB

Sopir Angkot Gantung Diri, Warga Tarakan Geger

Ilustrasi: gantung diri - Image

Ilustrasi: gantung diri

JawaPos.com - Warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan, digegerkan dengan penemuan pria yang menggantung di sebuah rumah, Selasa (11/12) sekira pukul 19.00 WITA. Pria yang belakangan diketahui bernama Bastian Selle (31) itu ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung dengan seutas tali nilon di bagian dapur indekosnya.


Hendik, salah seorang warga yang ikut melihat Bastian ditemukan gantung diri mengatakan, sebelum ditemukan tewas tergantung, istri Bastian bernama Angel saat itu baru pulang kerja. Namun pintu rumah terkunci.


“Istrinya itu kerja di Mustika Perikanan. Infonya saat dia pulang rumahnya terkunci. Dia ketok-ketok tapi tidak ada respons dari suaminya,” ujar Hendik.


Ditambahkannya, karena merasa curiga lantaran dengan tidak ada respons dari suaminya, istri korban pun menelpon teman suami korban. Beberapa saat kemudian, teman Bastian tiba di indekosnya dan mendobrak pintu depan tempat Bastian dan istrinya tinggal.


“Terus informasi setelah didobrak, si korban sudah ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri di dalam kosnya. Setelah itu, istrinya berteriak-teriak dan para warga sekitar pun berdatangan,” tuturnya.


Setelah beberapa saat kemudian, petugas Polsek Tarakan Barat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melalukan olah TKP dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.


Sementara itu, Paulus, salah satu kerabat korban mengatakan, hingga saat ini pihak keluarga masih dibuat syok dengan perbuatan yang dilakukan Bastian. Menurutnya, belakangan ini Bastian tidak pernah menunjukkan sedang ada masalah.


“Memang dia tidak pernah memperlihatkan masalahnya, makanya kami pun heran. Tapi dia ini kalau ada masalah pasti orangnya diam-diam saja dan tidak mau menceritakan masalahnya,” ungkapnya.


Ditambahkan Paulus, pihak keluarga masih terus mencari tahu mengapa Bastian bisa sampai gantung diri. Kalau masalah ekonomi, menurut Paulus tidak mungkin. Pasalnya selama ini Bastian yang berprofesi sebagai sopir angkot itu memiliki mobil pribadi. “Istrinya juga kerja di perusahaan udang di Perikanan,” bebernya.


Sementara itu, Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Deny Mardiyanto mengatakan, pihaknya membenarkan kejadian gantung diri yang dilakukan Bastian, warga Kelurahan Karang Anyar Pantai.


Diungkapkan Deny, usai menerima laporan, pihak Kepolisian Tarakan Barat datang melalukan olah TKP, kemudian membawa korban ke RSUD Tarakan untuk divisum. “Dari hasil olah TKP, korban gantung diri menggunakan tali nilon. Dari hasil visum yang sudah dilakukan, korban murni gantung diri dan tidak ada tanda kekerasan di tubuhnya,” bebernya.


Ditambahkan pria berpangkat balok satu itu, dari hasil visum diperkirakan korban sudah meninggal selama 6 sampai 18 jam baru ditemukan. “Untuk alasan mengapa korban bunuh diri, masih terus dikembangkan pihak kepolisian,” pungkasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore