
Ilustrasi: gantung diri
JawaPos.com - Warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan, digegerkan dengan penemuan pria yang menggantung di sebuah rumah, Selasa (11/12) sekira pukul 19.00 WITA. Pria yang belakangan diketahui bernama Bastian Selle (31) itu ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung dengan seutas tali nilon di bagian dapur indekosnya.
Hendik, salah seorang warga yang ikut melihat Bastian ditemukan gantung diri mengatakan, sebelum ditemukan tewas tergantung, istri Bastian bernama Angel saat itu baru pulang kerja. Namun pintu rumah terkunci.
“Istrinya itu kerja di Mustika Perikanan. Infonya saat dia pulang rumahnya terkunci. Dia ketok-ketok tapi tidak ada respons dari suaminya,” ujar Hendik.
Ditambahkannya, karena merasa curiga lantaran dengan tidak ada respons dari suaminya, istri korban pun menelpon teman suami korban. Beberapa saat kemudian, teman Bastian tiba di indekosnya dan mendobrak pintu depan tempat Bastian dan istrinya tinggal.
“Terus informasi setelah didobrak, si korban sudah ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri di dalam kosnya. Setelah itu, istrinya berteriak-teriak dan para warga sekitar pun berdatangan,” tuturnya.
Setelah beberapa saat kemudian, petugas Polsek Tarakan Barat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melalukan olah TKP dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.
Sementara itu, Paulus, salah satu kerabat korban mengatakan, hingga saat ini pihak keluarga masih dibuat syok dengan perbuatan yang dilakukan Bastian. Menurutnya, belakangan ini Bastian tidak pernah menunjukkan sedang ada masalah.
“Memang dia tidak pernah memperlihatkan masalahnya, makanya kami pun heran. Tapi dia ini kalau ada masalah pasti orangnya diam-diam saja dan tidak mau menceritakan masalahnya,” ungkapnya.
Ditambahkan Paulus, pihak keluarga masih terus mencari tahu mengapa Bastian bisa sampai gantung diri. Kalau masalah ekonomi, menurut Paulus tidak mungkin. Pasalnya selama ini Bastian yang berprofesi sebagai sopir angkot itu memiliki mobil pribadi. “Istrinya juga kerja di perusahaan udang di Perikanan,” bebernya.
Sementara itu, Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Deny Mardiyanto mengatakan, pihaknya membenarkan kejadian gantung diri yang dilakukan Bastian, warga Kelurahan Karang Anyar Pantai.
Diungkapkan Deny, usai menerima laporan, pihak Kepolisian Tarakan Barat datang melalukan olah TKP, kemudian membawa korban ke RSUD Tarakan untuk divisum. “Dari hasil olah TKP, korban gantung diri menggunakan tali nilon. Dari hasil visum yang sudah dilakukan, korban murni gantung diri dan tidak ada tanda kekerasan di tubuhnya,” bebernya.
Ditambahkan pria berpangkat balok satu itu, dari hasil visum diperkirakan korban sudah meninggal selama 6 sampai 18 jam baru ditemukan. “Untuk alasan mengapa korban bunuh diri, masih terus dikembangkan pihak kepolisian,” pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
