
Arfiah Hakim pedagang besi putih yang biasa mangkal di kawasan samping Gloria Minimarket Ternate Tengah saat menunggu pembeli di lapak sederhananya kemarin
JawaPos.com - Puncak kejayaan buah tangan besi putih di Kota Ternate, kian meredup. Dulu, cendera mata ini banyak diminati, sekarang pembelinya sepi.
Ini pengakuan pedagang perhiasan besi putih yang berada di samping dan belakang Gloria Minimarket. Menurut Dino, pedagang besi butih, saat ini pendapatannya per hari banyak Rp 100 ribu - Rp 200 ribu. Penurunan ini terjadi sejak lima tahun terakhir.
Barang yang dijualnya bervariasi mulai dari kalung, gelang, dan cincin dengan harga beragam. Harga kalung besi putih Rp 150 ribu, kalung kapal kotak Rp 100 ribu, kalung kapal biasa Rp 70 ribu, kalung belut ukuran kosong enam 125 ribu, harga kalung merica dari Rp 20 ribu - Rp 100 ribu, gelang segi Rp 120 ribu, gelang kapal 4 mili Rp 50 ribu, gelang kerang Rp 150ribu, gelang kaki Rp 50 ribu, gelang tangan besi putih yang kuning 150 ribu, gelang kapal kuning Rp 100, gelang pentul untuk anak-anak Rp 20 ribu, cincin Rp 30 ribu - Rp 50 ribu.
“Nama yang diukir di kalung per hurufnya biaya seribu rupiah sedangkan ukiran di cincin Rp 2000. Sekarang tukang ukir sudah ada di Kota Ternate ” tutur Dino.
Arfiah Hakim, pedagang lainnya juga mengaku pendapatannya anjlok. Dulu saat batu Bacan booming, pendapatannya tinggi namun seiring dengan meredupnya pamor batu Bacan, pendapatannya juga turun. Dia mengaku pendapatannya bervariasi, kadang bisa mencapai Rp 600 ribu, namun kadang juga dalam satu hari tak ada barang yang laku. Saat masa jaya besi putih, dalam sehari pendapatan mereka mencapai jutaan.
“Bahkan ada yang dalam sehari pendapatannya mendekati Rp 2 juta,” tuturnya. Meskipun demikian, dia merasa bersyukur karena Pemkot Ternate memperhatikan mereka. Saat ini pemkot sementara memperbaiki tempat mereka berjualan dan menjadikan lokasi itu sebagai pusat perhiasan besi putih di Ternate. “Terima kasih atas perbaikan ini,” tuturnya.
Menurut Salmin RH rekan Arfiah, penurunan penjualan besi putih seiring dengan penutupan tambang di Malut. Dulu saat tambang belum ditutup, pembelinya banyak. “Perusahaan tambang tutup sehingga orang dari luar tak masuk lagi ke Malut. Saat ini kami hanya mengandalkan pembeli lokal yang tidak seberapa,” aku Salmin.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
