
Gubuk-gubuk milik penambang emas ilegal dibakar
JawaPos.com - Sebanyak sembilan gubuk milik penambang emas ilegal yang berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala) dimusnahkan.
Pembakaran ini dilakukan dalam razia gabungan yang terdiri dari Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Polda, Brimob, Polres Tala dan TNI.
Razia ini dilakukan pada hari Sabtu (11/11) dengan kekuatan 120 personel. Dalam melakukan razia, tidaklah mudah untuk mencapai lokasi tersebut dengan naik kendaraan. Jalan kaki menjadi pilihan tim gabungan untuk dapat mencapai lokasi penambangan emas ilegal.
Saat di lokasi, hanya didapati gubuk-gubuk yang masih lengkap. Juga mesin-mesin penyedot air sebagai sarana aktivitas penambangan. "Semua kosong, tidak ada manusia yang kami amankan," ucap Kepala Seksi Pencegahan Kerusakan Hutan, Pantja Satata kepada Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Senin (13/11).
Meskipun tidak ditemukan penambang saat ini, dia bertekad akan terus memburu para penambang emas ilegal tersebut. "Kami akan cari di mana pun kalian berada dan suatu saat pasti kami tangkap kalian," tegasnya.
Tim menyaksikan langsung kerusakan alam akibat pertambangan tersebut. Tanah yang berlubang bekas galian, kayu-kayu hutan yang tumbang, dan berdasarkan catatan kurang lebih satu hektare kawasan hutan Tahura rusak dari aktivitas ini. Tim juga mengamankan beberapa mesin untuk alat bukti dari lubang-lubang tambang emas ilegal ini.
Seperti diketahui, aktivitas melawan hukum ini sebenarnya sudah berlangsung sejak bulan Maret 2017 yang lalu. Namun tim yang melakukan operasi kala itu juga hanya berhasil membakar pondok dan mengamankan mesin belaka.
Lokasi pertambangan, Sungai Kalaan, yang berada di atas Desa Tanjung yang sulit dijangkau menjadi salah satu penyebabnya. Untuk mencapai ke lokasi akses satu-satunya hanya bisa melalui Desa Tanjung. Dikatakan Pantja, jarak antara Desa Tanjung menuju Sungai Kalaan berkisar lima kilometer.
"Lokasi Sungai Kalaan yang berada di atas memudahkan para pelaku mengendus pasukan. Makanya, kami sedang menyusun strategi baru untuk pembasmian pelaku ini," tandasnya.
Sementara itu, pengamat kehutanan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Sunardi yang diwawancarai Radar Banjarmasin beberapa waktu yang lalu mengecam segala bentuk aktivitas pertambangan emas liar yang merambah atau berdampak kerusakan pada hutan.
Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk terus melakukan penguatan ekonomi kepada masyarakat. Bisa jadi kejadian tersebut lantaran masyarakat tak memiliki keahlian dalam memperoleh pekerjaan yang layak. Untuk itu, ia mendorong agar pemerintah bisa bersinergi untuk pemberdayaan masyarakat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
