
Andi Rafkah Muhammadh Silva, 5, tampak semringah begitu menginjakkan kakinya di puncak Kerinci (3.805 mdpl), 28 Oktober 2017.
JawaPos.com - Apa yang dilakukan Andi Rafkah Muhammad Silva bersama ayahnya Andi Zulfikar, 31, benar-benar bikin geleng kepala. Silva yang baru berusia 5 tahun sudah mampu menaklukkan lima gunung tinggi di Indonesia. Terbaru dia baru saja mengibarkan bendera merah putih di puncak Gunung Kerinci, Jambi, pada 28 Oktober lalu.
"Mendaki Kerinci adalah pilihan Silva. Dia ditawari beberapa pilihan gunung, tapi milihnya Kerinci," kata Zulfikar.
Pendakian gunung setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu biasanya memakan waktu tiga hari dua malam. Namun, kali ini harus ditempuh dalam waktu 3 hari 3 malam lantaran harus menyesuaikan dengan kemampuan fisik Silva.
Dari shelter 3 ke puncak, bocah kelahiran Ternate, 14 Oktober 2012, itu harus digendong Zulfikar. "Kemiringan medannya sudah 75 persen, jadi naiknya harus pakai dua kaki dan dua tangan, seperti merayap," tutur Zulfikar.
Dari puncak Kerinci, para pendaki tersebut masih melanjutkan perjalanan ke Danau Gunung Tujuh, danau tertinggi di Asia Tenggara yang terletak di kawasan Gunung Tujuh. Gunung setinggi 1.950 mdpl itu terletak persis di belakang Kerinci. Gunung Tujuh merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat.
Perjalanan menuju Danau Gunung Tujuh hanya memakan waktu lima jam. Medan menuju puncak danau pun tidak terlalu berat bagi Silva. "Kami usahakan Silva harus sampai di situ karena Danau Gunung Tujuh adalah salah satu danau tertinggi di Asia Tenggara," tutur Zulfikar.
Kerinci bukanlah puncak pertama Silva. Ayah dan ibunya, Merti Nursarinda, merupakan pendaki andal. Kecintaan mereka pada alam dan ketinggian ditularkan pada sang anak.
Ketika usia Silva baru 1 tahun 10 bulan, keluarga kecil tersebut mendaki Gamalama, gunung berapi yang terletak di Pulau Ternate. Silva dan orang tuanya mendaki gunung setinggi 1.715 mdpl itu pada 16 Agustus 2014.
Normalnya, pendaki Gamalama rata-rata hanya membutuhkan waktu 3-4 jam untuk sampai di puncak. Namun, perjalanan keluarga Zulfikar memakan waktu hingga 12 jam. Lagi-lagi, keduanya harus menyesuaikan dengan kondisi fisik Silva. Sepanjang pendakian, balita itu jalan sendiri sembari bermain-main.
Pada usia 2 tahun, Silva kembali diajak ayahnya naik Gunung Sesean di Toraja (2.100 mdpl). Setelah menaklukkan Sesean, ayah dan anak itu melanjutkan pendakian ke gunung tertinggi di Sulawesi Selatan, Latimojong (3.478 mdpl).
Sepulangnya dari Sulawesi Selatan, Silva, Zulfikar, Merti, dan si bungsu Andi Reihan Rimba Aditama, 3, melewatkan pergantian tahun 2015-2016 di puncak Gunung Maitara, Kota Tidore Kepulauan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
