Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Oktober 2017 | 10.00 WIB

Pesawat Kepresidenan Era Soekarno Jadi Koleksi ke 53 di Museum Ini

Museum Dirgantara Mandala di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. - Image

Museum Dirgantara Mandala di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Jawapos.com - Kehadiran pesawat legendaris Lyushin II-14 Avia yang saat ini dalam perjalanan lewat darat dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, sudah ditunggu di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta. Sampai Senin (30/10) pesawat yang dibawa dengan tiga trailer tengah melintasi perbatasan Jatim-Jateng. 


Dengan kehadiran pesawat Lyushin II-14 Avia itu, maka Museum Dirgantara Mandala menambah lagi koleksi pesawatnya. Pada 2018 nanti diharapkan dapat mencapai 61 pesawat dari berbagai jenis, sehingga makin menambah fasilitas edukasi dirgantara bagi masyarakat luas.


Kepala Museum Dirgantara Mandala, Kolonel Sus Dede Nasrudin mengatakan, terhitung awal 2017 pesawat yang dikoleksi di museum sebanyak 50 unit. Sementara, saat ini sudah bertambah menjadi 53, termasuk yang baru didatangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.


"(Pesawat) Ilyushin dalam dalam perjalanan. Sampai di Adisutjipto nanti direstorasi dulu, baru kemudian dimasukkan ke museum dirgantara," katanya, ditemui di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta, Senin (30/10).


Ilyushin II-Avia merupakan pesawat angkut sedang, bermesin ganda. Pesawat ini dua kali didatangkan ke Indonesia. Pada tahap pertama, 24 Januari 1957, di Lanud Halim Perdanakusuma dengan tipe Ilyusin II-14 tail number T-401 dari Rusia. Pesawat ini kemudian menjadi pesawat kepresidenan. Kemudian pada tahap kedua dari Cekoslowakia, sebagai pesawat VIP untuk para menteri dan pejabat pemerintah.


Sedangkan, pesawat dari Malang yang baru diberangkatkan pada Sabtu (28/10) lalu membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai ke Yogyakarta karena dalam prosesnya tetap mendahulukan lalu lintas untuk kepentingan masyarakat.


Dalam proses restorasinya, nantipun memakan waktu 1-2 bulan lamanya. Baru kemudian bisa dinikmati pengunjung museum. "Museum Dirgantara ini, sudah menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara," kata Mayor Sus Subiyah, Kaur Penerangan Pasukan Umum, Lanud Adisutjipto.


Menurut Subiyah, koleksi yang ada di museum dari berbagai jenis cukup lengkap. Seperti pesawat angkut ringan, sedang, berat. "Ada untuk jenis latih, tempur, dan amfibi. Sehingga bisa terus menginspirasi generasi muda. Menggugah semangat patriotisme kedirgantaraan," pungkasnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore