
Museum Dirgantara Mandala di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.
Jawapos.com - Kehadiran pesawat legendaris Lyushin II-14 Avia yang saat ini dalam perjalanan lewat darat dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, sudah ditunggu di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta. Sampai Senin (30/10) pesawat yang dibawa dengan tiga trailer tengah melintasi perbatasan Jatim-Jateng.
Dengan kehadiran pesawat Lyushin II-14 Avia itu, maka Museum Dirgantara Mandala menambah lagi koleksi pesawatnya. Pada 2018 nanti diharapkan dapat mencapai 61 pesawat dari berbagai jenis, sehingga makin menambah fasilitas edukasi dirgantara bagi masyarakat luas.
Kepala Museum Dirgantara Mandala, Kolonel Sus Dede Nasrudin mengatakan, terhitung awal 2017 pesawat yang dikoleksi di museum sebanyak 50 unit. Sementara, saat ini sudah bertambah menjadi 53, termasuk yang baru didatangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
"(Pesawat) Ilyushin dalam dalam perjalanan. Sampai di Adisutjipto nanti direstorasi dulu, baru kemudian dimasukkan ke museum dirgantara," katanya, ditemui di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta, Senin (30/10).
Ilyushin II-Avia merupakan pesawat angkut sedang, bermesin ganda. Pesawat ini dua kali didatangkan ke Indonesia. Pada tahap pertama, 24 Januari 1957, di Lanud Halim Perdanakusuma dengan tipe Ilyusin II-14 tail number T-401 dari Rusia. Pesawat ini kemudian menjadi pesawat kepresidenan. Kemudian pada tahap kedua dari Cekoslowakia, sebagai pesawat VIP untuk para menteri dan pejabat pemerintah.
Sedangkan, pesawat dari Malang yang baru diberangkatkan pada Sabtu (28/10) lalu membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai ke Yogyakarta karena dalam prosesnya tetap mendahulukan lalu lintas untuk kepentingan masyarakat.
Dalam proses restorasinya, nantipun memakan waktu 1-2 bulan lamanya. Baru kemudian bisa dinikmati pengunjung museum. "Museum Dirgantara ini, sudah menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara," kata Mayor Sus Subiyah, Kaur Penerangan Pasukan Umum, Lanud Adisutjipto.
Menurut Subiyah, koleksi yang ada di museum dari berbagai jenis cukup lengkap. Seperti pesawat angkut ringan, sedang, berat. "Ada untuk jenis latih, tempur, dan amfibi. Sehingga bisa terus menginspirasi generasi muda. Menggugah semangat patriotisme kedirgantaraan," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
