Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Oktober 2017 | 23.05 WIB

"Jual" Perempuan Via Medsos, Pelaku Diduga Terlibat Jaringan Antarkota

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Aparat kepolisian kembali menyorot kasus perdagangan perempuan melalui media sosial. Itu setelah praktik yang digawangi Hasridi Nasrullah (25) terungkap pada Jumat (29/9) dini hari. Dia terbukti menjajakan sejumlah perempuan melalui media sosla Facebook dan aplikasi pesan singkat WhatsApp.


Hingga kemarin, pemeriksaan terhadap Nasrullah terus berjalan. Pria pemilik akun Facebook bernama Putra Bugis itu menjalankan bisnisnya hingga luar Samarinda.


Kaltim Post (Jawa Pos Group) sempat menemui perempuan berinisial Vi di sebuah kafe di kawasan Jalan S Parman, Temindung Permai, Sungai Pinang. Vi adalah salah satu perempuan yang masuk dalam daftar “jualan” Hasridi.


Awalnya, perempuan berambut panjang terurai menolak. Dia menghindar kala diajak bertemu di tempat ramai. “Kalau mau, di indekos atau hotel saja,” tawarnya. Setelah beberapa kali negosiasi lewat berbalas pesan singkat, dia baru bersedia.


Vi muncul di kafe dengan pakaian kasual. Mengenakan celana jins pendek di atas lutut dan kaos berkerah warna hitam, penampilannya mengalihkan pandangan sejumlah pengunjung kafe. “Kenapa sih harus ketemu di sini?” tutur tampak risih. Meski begitu, setelah perbincangan berlangsung beberapa menit, dia mulai melunak.


Vi asal Bogor. Perempuan lulusan SMP itu mengaku sudah punya satu anak. Mengaku sudah lama berteman dengan akun Putra Bugis di Facebook. Awal perkenalan ketika dia menginap di penginapan kawasan Samarinda Ilir. Namun Vi membantah dirinya kerja sama dengan Hasridi. “Enggak benar itu, dia (Hasridi) saja yang mengaku-ngaku,” imbuhnya sembari mengusap hidungnya yang mancung.


Meski begitu, Vi tak menampik pernah melayani pria hidung belang yang dikenalkan Hasridi. Tarif yang ditentukan perempuan 26 tahun itu tak jauh berbeda dari keterangan Hasridi kepada petugas. Sekali melayani kencan singkat, Vi bisa mematok harga hingga Rp 1 juta. “Itu kalau tamunya mau,” selorohnya.


Atmosfer perbincangan berubah ketika Kaltim Post menanyakan kehidupan masa lalunya. Dia pernah tercebur dalam gelimang dunia malam. “Kalau bahas itu, lebih baik saya kembali (pulang),” timpalnya.


Sebelumnya, patroli tim cybercrime Polresta Samarinda meringkus Hasridi Nasrullah di kawasan Imam Bonjol, Karang Mumus, Samarinda Ilir, Jumat (29/9) dini hari. Kanit Eksus Satreskrim Polresta Samarinda AKP Nono Rusmana menjelaskan pihaknya sempat kesulitan membongkar praktik prostitusi kelas menengah ke atas itu. Polisi harus menyamar sebagai calon pelanggan.


Dalam keterangannya ke kepolisian, Hasridi meraup untung jutaan rupiah dari bisnis mencarikan pelanggan untuk para perempuan. “Mulai Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta,” ungkap Hasridi. Jika tamu asal luar daerah, dia bisa mematok harga lebih mahal.


Nono menegaskan, jaringan Hasridi memang masih belum banyak terbongkar. “Melalui saksi-saksi, kami yakin bakal menemukan fakta baru terkait kasus ini,” pungkas dia.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore