
Ilustrasi
JawaPos.com - Pesatnya pembangunan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berimbas pada tergerusnya lahan pertanian. Di Kotabaru misalnya yang notabene salah satu daerah lumbung padi, dalam satu tahun, alih fungsi lahan mencapai 10 hektar.
Penyuluh Pertanian Lapangan UPTD Pertanian Kecamatan Kotabaru, Ahmad Surulli mengatakan, luas lahan sawah di Kecamatan Kotabaru pada
tahun 2016 sekitar 1.317 hektar.
Itu diakumlasikan dari enam desa di Kotabaru diantaranya Desa Pangulah Selatan 463 hektar, Pangulah Baru 342 hektar, Pangulah Utara
198 hektar, Wancimekar 268 hektar, Sarimulya 10 hektar, dan Desa Pucung 404 hektar.
Sedangkan data di tahun 2017, luas lahan yang ada di masing-masing desa adalah Desa Pangulah Selatan 463 hektar, Pangulah baru 342 hektar, Pangulah utara 198 hektar, Wancimekar 268 hektar, dan Desa Pucung 404 hektar.
"Ada pengurangan 10 hektar jadi 1.307 hektar, itu dikarenakan adanya alih fungsi lahan pertanian jadi perumahan," ujar Ahmad dilansir Radar Karawang (Jawa Pos Grup), Minggu (28/8).
Dia menyampaikan, pengurangan 10 hektar mayoritas terjadi di Desa Sarimulya karena adanya pembangunan perumahan.
Dia juga tidak menampik kedepan luas lahan yang ada di Kecamatan Kotabaru akan terus menyusut, jika tidak ada regulasi yang melarang
alih fungsi lahan di Kecamatan Kotabaru.
"Semakin ke sini tanah pertanian akan semakin berkurang, karena alih fungsi lahan terus-terusan terjadi," ujarnya.
Ahmad berharap, tidak ada lagi tanah pesawahan yang dialih fungsikan, karena sektor pertaniah adalah jantung perekonomian daerah, ketika tanah itu berkurang, maka akan berdapmpak kepada para petani.
"Harus dipertahankan tanah pesawahan, agar tidak ada yang dirugikan," katanya.
Sementara, Ketua Gabugan Kelompok Tani Pangulah utara, Tawa, meminta kepada pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan peraturan
daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Dan lahan yang termasuk dalam LP2B itu adalah lahan teknis yang saat ini masih tersisa di Kotabaru. Dengan demikian, tidak ada lagi alih fungsikan lahan.
Karena menurutnya, kalau lahan pertanian terus berkurang, maka buruh tani kotabaru akan kehilangan sumber mata pencahariannya. "Segera
LP2B kan, agar lahan sawah tidak terus berkurang," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
