
Ilustrasi
JawaPos.com – Pengelola dana desa (DD) di Lampung Barat (Lambar) sepertinya bakal lebih sibuk dari biasanya. Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Liwa tengah menyelidiki penggunaan DD di kabupaten tersebut.
Kajari akan mengusut dugaan dana desa yang dipakai untuk ’’pelesiran” ke Bali oleh istri kepala desa (Kades) se-Lambar yang dibungkus dengan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas ibu-ibu PKK.
’’Sejak baca beritanya di Radar Lampung, saya langsung perintahkan Kasipidsus (kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Red) Kejari Liwa untuk menindaklanjutinya,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Syafrudin seperti dikutip Radar Lampung, Minggu (13/8).
Menurut Syafrudin, penggunaan DD untuk pelesiran jelas menyalahi aturan. ’’Kan DD sesuai perundang-undangan digunakan untuk membangun infrastruktur atau fasilitas umum di desa supaya masyarakat desa bisa merasakan pembangunan,” katanya.
Karena itu, kata mantan direktur tindak pidana umum Kejaksaan Agung ini, dirinya sudah memerintahkan Kejari Liwa untuk menyelidiki permasalahan tersebut.
Dia menjelaskan, informasi yang diterimanya, Kejari Liwa sedang menelaah serta pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) guna dilakukan penyelidikan.
Diketahui, istri peratin se-Lambar saat ini sedang berada di Bali. Mereka berkunjung ke Pulau Dewata dalam kegiatan yang dibungkus dengan bimtek peningkatan kapasitas ibu-ibu PKK.
Kegiatan mereka di sana dipastikan dibiayai dana desa (DD) dengan besaran Rp10 juta per orang. Sehingga jika dikalkulasikan, biaya ’’pelesiran” mereka mencapai Rp1,3 miliar. Angka ini didapat dari jumlah pekon/desa yang ada di Lambar sebanyak 131 pekon.
Terpisah, Ketua DPRD Lampung Barat Harun Roni menyesalkan adanya kegiatan yang dibungkus bimtek ini. ’’Di Bali itu kan terkenal pariwisata wisata pantainya. Apakah bisa itu diterapkan di Lambar yang tidak punya laut? Setahu saya kalau bidang pemerintahan itu yang bagus di Medan, nggak usah jauh-jauh ke Bali. Saya rasa itu tidak pas,” sebutnya.
Dia juga menyoroti dana desa yang dipakai hingga Rp10 juta per orang untuk pergi ke Bali. Menurutnya, angka itu terlalu besar. ’’Sementara untuk dana anggota DPRD saja tidak sebesar itu. Keberangkatan mereka ini juga dipihakketigakan. Ya, kita tunggu saja hasilnya nanti,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
