
Salah seorang penjual bendera musiman di Jalan Sultan Abdurahman Pontianak sedang menunggu pembeli, Kamis (3/8).
JawaPos.com - Hari Kemerdekaan RI segera tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang 17 Agustus ini Wilayah Kalbar khususnya Kota Pontianak dan Kubu Raya dijamuri penjual atribut kemerdekaan. Mereka datang dari luar Kalbar, membuka lapak di pinggir jalan protokol.
Iman Hardiman, 45, salah seorang pedagang bendera musiman di Kota Pontianak. Dia membuka lapak jualannya di lahan kosong Jalan Sultan Abdurrahman, berseberangan dengan Jalan Sulawesi. Dia memajang dagangannya menggunakan tali dan kayu.
Pria asal Kabupaten Garut, Jawa Barat itu sekarang sudah menjadi warga Kota Pontianak. Dia mengaku sejak 26 Juli lalu telah membuka lapak dagangannya. Iman menjadi pedagang musiman sejak 2003 lalu.
“Pada tahun 2003 saya mulai ke sini, setelah selesai 17 Agustus saya pulang. Akhirnya pas tahun 2007 saya menetap di Kota Pontianak di Gang Kamboja. Sekitar 2008 kemudian saya bawa istri dan anak saya,” cerita pria yang sehari-harinya jualan siomay dan beralih menjual atribut kemerdekaan menjelang 17 Agustus.
Iman juga menjual bendera dengan berbagai ukuran. “Harga benderanya dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu,” ujarnya saat ditemui sedang duduk sambil menunggu pembeli, sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Minggu (6/8).
Dia mengaku, dalam beberapa hari terakhir hanya terjual sekitar 10 helai bendera. Padahal arahan untuk memasang bendera sudah dimulai sejak 1 Agustus lalu. “Kalau tahun dulukan diarahkan pada tanggal 14 Agustus, tetapi 13 nya sudah ramai yang beli, kalau sekarang masih sepi, semoga saja nanti mendekati hari H nya ramai,” harapnya.
Iman mengaku keuntungan jualan bendera tidak bisa diketahui dalam waktu per hari. Namun dihitung ketika selesai berjualan atau pasca hari kemerdekaan.
“Untung belum bisa dikira, tahunya pas sudah selesai. Tahun kemarin saya lupa untungnya berapa, karena semua uangnya diberikan kepada istri,” aku dia.
Menurutnya, sukanya berjualan bendera atau atribut kemerdekaan, konsumennya banyak dan baik-baik. “Sedangkan dukanya ketika dagangan tidak laku,” lanjut Iman sambil tertawa.
Selain Iman, penjual atribut kemerdekaan lainnya adalah Ujang Rahmat, 31 yang juga warga Garut. Dia memilih Kota Pontianak untuk mengais rezeki dan membuka lapak di Jalan Perintis Kemerdekaan.
“Saya ini kesehariannya adalah tukang ojek di Garut. Menjadi pedagang musiman, barang kali bisa mendapatkan penghasilan yang lebih untuk anak istrinya di kampung,” kata Ujang.
Dia mengaku baru kali ini menjadi pedagang bendera. Barang dagangannya dia peroleh dari bosnya yang dijual dengan harga bervariasi, sesuai ukuran dan bentuknya. “Harganya Rp10 ribu hingga Rp500 ribu,” sebut Ujang.
Sejak 1 Agustus lalu, bendera yang dia jual hanya laku sekitar tiga helai saja. Hanya cukup untuk makan sehari-hari. Namun Ujang tetap semangat berjualan hingga selesai perayaan HUT RI ke-72. “Siapa tahu nanti pas mendekati hari H bisa laris,” harapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
