Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2017 | 08.40 WIB

Baru Saja Dilantik, SMS Gelap Atas Nama Bupati Menyebar

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Bupati Bener Meriah Ahmadi dan Wakilnya Sarkawi menghadapi cobaan. Baru saja dilantik sebagai kepala daerah, mereka menjadi korban pencatutan. Namanya dicatut oleh orang tak dikenal, dan mengirim pesan singkat (SMS) gelap kepada pengusaha dan pejabat. Modusnya mau membahas proyek.

Dikutip dari Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), salah seorang yang nyaris menjadi korban SMS gelap itu adalah Rahmat Syah, Direktur CV Pante Raya.


Rahmat Syah mengaku, dua hari lalu mendapat telpon dari seseorang yang mengaku ajudan bupati. Di balik telpon, pria itu menyebutkan bupati minta untuk ditemui. "Bupati minta jumpa ada pekerjaan yang harus dikerjakan," kata Rahmat Syah menirukan  perkataan pelaku.


Rahmat yang mencurigai gelagat penelpon lantas menyebutkan, bahwa dirinya baru saja bertemu bupati. Selain itu, ia juga memiliki nomer telepon orang nomer satu di Bener Meriah tersebut. "Pelaku bilang nomer bupati ganti dan dia ada nomer baru, saya diminta hubungi nomer tersebut," kata Rahmat.


Tak percaya dengan penelpon yang tak tercatat nomornya di handphone, membuat pengusaha itu selamat dari penipuan.


Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah Sukur mengimbau agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Bener Meriah, agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah.


“Sehubungan dengan maraknya telepon dan pesan singkat (SMS) gelap yang mengatas namakan Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah Bapak Ahmadi dan Abuya Tgk. H. Sarkawi, yang menjanjikan jabatan atau proyek dengan meminta uang ataupun yang lainnya tidak benar,” kata Sukur, Kamis (20/7).


Disebutkan Sukur, Bupati Bener Meriah tidak pernah melakukan hal tersebut. Dia juga mengimbau untuk tidak langsung percaya jika menerima sms atau telepon. "Perlu dilakukan cek dan ricek dengan seksama agar tidak tertipu dan menguntungkan orang lain," katanya.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Irmansyah menyebutkan setelah dilantik, banyak laporan pencatutan nama Bupati Bener Meriah, Ahmadi melalui sambungan telepon langsung atau sms pada kepala SKPK jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.


Disampaikannya, bunyi telepon dan SMS yang juga diterima sejumlah rekanan berupa permintaan uang untuk proyek tahun anggaran 2017. Menurutnya, laporan terkait pencatutan nama bupati sudah diketahui dan sedang diidentifikasi pelakunya. "Ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu kinerja jajaran Pemkab Bener Meriah," ungkapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore