
Ilustrasi
JawaPos.com - Bupati Bener Meriah Ahmadi dan Wakilnya Sarkawi menghadapi cobaan. Baru saja dilantik sebagai kepala daerah, mereka menjadi korban pencatutan. Namanya dicatut oleh orang tak dikenal, dan mengirim pesan singkat (SMS) gelap kepada pengusaha dan pejabat. Modusnya mau membahas proyek.
Dikutip dari Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), salah seorang yang nyaris menjadi korban SMS gelap itu adalah Rahmat Syah, Direktur CV Pante Raya.
Rahmat Syah mengaku, dua hari lalu mendapat telpon dari seseorang yang mengaku ajudan bupati. Di balik telpon, pria itu menyebutkan bupati minta untuk ditemui. "Bupati minta jumpa ada pekerjaan yang harus dikerjakan," kata Rahmat Syah menirukan perkataan pelaku.
Rahmat yang mencurigai gelagat penelpon lantas menyebutkan, bahwa dirinya baru saja bertemu bupati. Selain itu, ia juga memiliki nomer telepon orang nomer satu di Bener Meriah tersebut. "Pelaku bilang nomer bupati ganti dan dia ada nomer baru, saya diminta hubungi nomer tersebut," kata Rahmat.
Tak percaya dengan penelpon yang tak tercatat nomornya di handphone, membuat pengusaha itu selamat dari penipuan.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah Sukur mengimbau agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Bener Meriah, agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah.
“Sehubungan dengan maraknya telepon dan pesan singkat (SMS) gelap yang mengatas namakan Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah Bapak Ahmadi dan Abuya Tgk. H. Sarkawi, yang menjanjikan jabatan atau proyek dengan meminta uang ataupun yang lainnya tidak benar,” kata Sukur, Kamis (20/7).
Disebutkan Sukur, Bupati Bener Meriah tidak pernah melakukan hal tersebut. Dia juga mengimbau untuk tidak langsung percaya jika menerima sms atau telepon. "Perlu dilakukan cek dan ricek dengan seksama agar tidak tertipu dan menguntungkan orang lain," katanya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Irmansyah menyebutkan setelah dilantik, banyak laporan pencatutan nama Bupati Bener Meriah, Ahmadi melalui sambungan telepon langsung atau sms pada kepala SKPK jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Disampaikannya, bunyi telepon dan SMS yang juga diterima sejumlah rekanan berupa permintaan uang untuk proyek tahun anggaran 2017. Menurutnya, laporan terkait pencatutan nama bupati sudah diketahui dan sedang diidentifikasi pelakunya. "Ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu kinerja jajaran Pemkab Bener Meriah," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
