Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Juli 2017 | 01.55 WIB

Tangkap Jaringan Sabu 1 Ton, Polwan Ini Dua Malam Mengendap di Ilalang

AKP Rosana atau Ocha duduk di kelilingi rekan satu tim-nya usai melakukan penggerebekan sabu 1 ton - Image

AKP Rosana atau Ocha duduk di kelilingi rekan satu tim-nya usai melakukan penggerebekan sabu 1 ton

JawaPos.com - Aksi jaringan narkoba internasional yang coba menyelundupkan sabu seberat 1 ton di Anyer, Banten, berhasil digagalkan oleh tim gabungan. 



Selaian barang bukti fantastis itu, yang cukup menyita perhatian dari kesuksesan operasi narkoba kali ini adalah seorang AKP Rosana Albertina Labobar.



AKP Rosana merupakan Wakasat Narkoba Polresta Depok. Dia adalah satu-satunya perempuan dalam tim penyergapan, penyelundupan 1 ton sabu-sabu di Serang, Banten, Kamis (13/7).



Bukan hanya pelengkap, Ocha, sapaan Rosana, menjadi sosok terdepan dalam penggerebekan. Dia harus mengintai dari dekat posisi para gembong narkoba selama dua malam.



Sebelumnya, selama sebulan, Ocha bersama tim terus menguntit pergerakan jaringan itu sejak dari Taiwan sampai Jakarta.



“Kami memulai pengintaian sejak mendapat informasi dari kepolisian Taiwan. Mereka mengatakan adanya pergerakan dari para residivis narkoba. Waktu itu kami memulai pada 6 Juni,” terang Ocha kepada Jawa Pos.



Pengintaian dilakukan ketika para tersangka tiba di Indonesia. Waktu itu, sebenarnya ada enam orang yang tergabung dalam jaringan tersebut. Tetapi, satu tersangka langsung kembali ke Taiwan.



“Pada saat-saat terakhir, satu tersangka lagi juga kembali ke Taiwan. Jadi, ada empat tersangka yang ada di Indonesia,” ungkapnya.



Selama di Indonesia, para tersangka menginap selama dua minggu di salah satu hotel di Jakarta Utara. Selang waktu tersebut, mereka berpindah ke hotel lain di Jakarta Selatan.



“Setelah dari Jakarta Selatan, lima tersangka pergi ke Malaysia. Kami masih terus mengikuti pergerakan mereka,” jelas Ocha.



Setelah dari Malaysia, kedua tersangka kembali ke Jakarta, lalu ke Serang. Dimana sejak hari pertama, para tersangka sebenarnya sudah sempat ke Anyer untuk melakukan observasi awal. 



“Sejak itu mereka terus berpindah-pindah,’’ terangnya.



Setelah melakukan pemantauan panjang, para tersangka, kata Ocha, akhirya memutuskan untuk menggunakan dermaga eks Hotel Mendalika di Serang, Banten, sebagai titik pengiriman ribuan kilogram sabu-sabu tersebut. 



Di lokasi itu, Ocha harus menyamar sebagai warga yang tengah mencari keluarga.



“Hari pertama melakukan pengintaian di kawasan hotel tersebut, kami dibagi dalam beberapa tim,” paparnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore