
Ilustrasi
JawaPos.com – Tren transaksi di Kantor Pegadaian Cabang Palembang, mengalami perubahan pasca-Lebaran. Jika jelang Lebaran, banyak nasabah yang menebus untuk memakai perhiasan emasnya di Hari Raya Idulfitri 1438 H. Kini, giliran nasabah banyak yang menggadaikan lagi emasnya.
Sepanjang dua hari terakhir, nasabah sudah terlihat antre sekitar pukul 07.30 WIB, meski Kantor Pegadaian baru buka pukul 08.00 WIB. “Rata-rata nasabah mau gadai barang untuk modal setelah Lebaran," kata Joko Prasetyo MM, kepala Kantor Cabang Pegadaian Palembang sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).
Modal kerja (moker) yang disiapkan pihaknya tembus mendekati angka Rp1 miliar. Dimana paginya, sudah disiapkan Rp500 juta yang dibagikan ke unit-unit kantor Pegadaian dan bank yang melayani pembayaran non-tunai.
“Siangnya pegawai yang khusus melayani pembayaran non-tunai, minta tambah lagi untuk membayar pinjaman nasabah,” ungkapnya.
Kebanyakan, sambung Joko, nasabah meminjam modal di atas Rp5 juta. Barang yang digadaikan, 80 persen berupa perhiasan karena barang itu paling mudah digadaikan. Tren tebus jelang Lebaran dan gadai lagi usai Lebaran, menurutnya sudah rutin tiap tahun.
”Sudah jadi fenomena, jadi tidak kaget lagi," imbuhnya.
Salah seorang nasabah asal Kecamatan Plaju, Arsad, datang ke Kantor Pegadaian Cabang Palembang, bukan untuk menebus atau menggadaikan barangnya. Tapi melapor karena belum bisa menebus perhiasan gelangnya.
“Takut perhiasan saya dilelang karena sudah jatuh tempo, nanti tidak bisa beli emas baru lagi, harganya sekarang mahal," tuturnya.
Diakui Arsad, dia memilih menggadaikan gelang ke Kantor Pegadaian karena prosesnya lebih lebih cepat dan potongannya kecil.
Selain itu, barangnya tidak “hilang” seperti halnya dijual. Apalagi gelang emas itu milik ibunya, terpaksa digadaikan untuk modal usaha. “Nilai gelangnya sekitar Rp10 juta,” pungkasnya. (uni/air/ce1/nas/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
