Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2017 | 03.52 WIB

Stok Darah Kosong, Terjunkan Petugas untuk Donor Keliling

DIPESAN: Beberapa kantong darah yang tersimpan di lemari penyimpanan ini sudah dipesan sejumlah rumah sakit di Mojokerto untuk memenuhi kebutuhan pasiennya. - Image

DIPESAN: Beberapa kantong darah yang tersimpan di lemari penyimpanan ini sudah dipesan sejumlah rumah sakit di Mojokerto untuk memenuhi kebutuhan pasiennya.


JawaPos.com- Persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto mengalami kekosongan selama beberapa hari terakhir. Akibatnya, keluarga pasien yang tengah membutuhkan darah terpaksa pulang dengan tangan kosong.



Seorang petugas PMI Kabupaten Mojokerto Diah Kuswandari menuturkan, selama seharian kemarin, dirinya harus menolak permintaan sedikitnya lima kantong darah. Dengan perincian, permintaan dari RSUD Prof dr Soekandar Mojosari sebanyak tiga kantong dan RS Kartini sebanyak dua kantong. ’’Permintaannya darah golongan O dan B,’’ terangnya.



Perempuan berjilbab tersebut menambahkan, kekosongan stok darah di kantornya terjadi sejak 1 Juli. Sebaliknya, permintaan darah untuk pasien terus mengalami peningkatan.



Beberapa pendonor, ujar Diah, sudah melakukan transfusi darah. Namun, jumlahnya tak sebanding dengan permintaan pasien yang membutuhkan darah segar. Itu terlihat kemarin. Beberapa pendonor melakukan transfusi darah dan langsung mendapat pesanan dari rumah sakit. ’’Kami ada stok A, O, dan B. Tapi, stok tersebut sudah dipesan rumah sakit untuk pasiennya,’’ imbuhnya.



Darah golongan A dan O itu sudah dipesan dokter asal RS Sidowaras, Bangsal. Sedangkan darah golongan B yang hanya tersedia tiga kantong digunakan untuk memenuhi permintaan RS Sumberglagah dan RS Sidowaras. ’’Jadi, meski ada di lemari penyimpanan, kami tidak bisa menyalurkannya. Sebab, sudah ada pemesan,’’ ujarnya.



Untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan stok darah di PMI Kabupaten Mojokerto, Diah menyebut tim sudah diterjunkan untuk melakukan donor darah keliling. Dengan harapan, langkah jemput bola itu mampu menyuplai kebutuhan darah di wilayahnya.



Kekosongan tersebut bisa berakhir dalam waktu dekat. Sebab, PMI akan menggelar donor darah di sejumlah perusahaan swasta. Dalam satu momen saja, ratusan kantong darah bisa dihasilkan. ’’Itu untuk menyediakan kebutuhan darah yang cukup tinggi,’’ papar Diah.



Di PMI Kabupaten Mojokerto, dalam sehari rata-rata kebutuhan darah mencapai puluhan kantong. Permintaan itu berasal dari Mojokerto hingga berbagai daerah yang membutuhkan.



Sementara itu, Arifiyanto Duwi Armada, analis kesehatan PMI Kabupaten Mojokerto, menjelaskan, meski mendapat banyak kantong darah, pendistribusian tidak bisa langsung dilakukan ke rumah sakit yang membutuhkan. ’’Masih harus diproses dulu. Sesuai kebutuhan pasien,’’ ujarnya.



Proses penyaringan itu bertujuan mengetahui kandungan penyakit dalam darah. Misalnya, uji saring untuk hepatitis B (HBs Ag), hepatitis C (anti-HCV), HIV (anti-HIV), dan sifilis (TPHA). ’’Butuh waktu hingga berjam-jam. Bisa sampai 11 jam prosesnya,’’ ucapnya. (ron/abi/c17/end)




Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore