
PASAR: Ai (37) salah satu penjual ikan asin di lingkungan Pasar Pelita yang sedang menjajakan dagangannya, Jumat (30/6).
JawaPos.com – Masyarakat Kota Sukabumi, Jawa Barat tengah dipusingkan dengan meroketnya harga ikan asin pascalebaran Idul Fitri. Di sejumlah pasar tradisional, harganya mencapai Rp80 ribu perkilogram.
Harga itu menyaingi harga daging sapi yang kisaran Rp100 ribu per Kg. Ketiga jenis ikan asin itu gabus, cumi dan teri nasi.
Ai Suhanan (37) salah satu penjual ikan asin di Pasar Pelita menuturkan, masih tingginya harga ketiga jenis ikan asin itu lantaran stok ikannya terbatas.
“Karena itu, harganya masih tinggi sampai sekarang,” kata Ai kepada Radar Sukabumi (Jawa Pos Grup), Jumat (30/6).
Menurut Ai, ketiga jenis ikan asin yang berada di lapaknya itu sebelum Idul Fitri 1438 Hijriah harganya sampai menembus Rp100 ribu per/kg. Kenaikan itu dinilainya lumrah.
Ai mengaku selama kenaikan, dirinya dapat meraup pendapatan sekitar Rp5 juta sampai Rp6 juta per hari. “Memang besar, tapi harga beli ikan asinnya juga cukup tinggi. Jadi, keuntungan bersihnya tidak besar,” jelas dia.
Setelah lebaran, lanjut Ai, harga ketiga jenis ikan asin itu mengikuti kebutuhan pasar. Artinya mengikuti permintaan masyarakat yang sudah mulai berangsur normal dan persediaan ikan asinnya pun kembali stabil.
“Untuk pendapatan dan penjualan setiap harinya setelah harga dikisaran Rp80 ribu itu baru mulai setabil. Soalnya, permintaan masyarakat sudah normal. Beda dengan kemarin sebelum lebaran, kebutuhan masyarakat dan pembelinya juga sangat tinggi,” paparnya.
Adapun harga jenis ikan asin yang lainnya, kata Ai, semuanya masih di harga yang normal atau masih diharga pasaran yang biasa masyarakat beli di warung-warung pada umumnnya.
Jadi menurutnya, semua harga ikan asin diluar dari harga ikan asin gabus, cumi dan teri nasi itu masih normal.
Sementara itu, Siti Zaeni (34) salah satu pembeli ikan asin mengaku kerap membeli ikan asin. Untuk harga Rp80 ribu per Kg ikan asin gabus, cumi dan teri nasi, ia menilai lumrah.
“Kalau harganya dibandingkan pas sebelum lebaran sih murahan sekarang, soalnya saya selalu beli di sini untuk kembali saya jual. Soalnya, permintaan masyarakat sangat tinggi kepada ikan asin yang mudah dan banyak cara untuk memasaknya itu,” pungkas pemilik warung di wilayah Baros itu.(cr5/mam/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
