Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juni 2017 | 15.00 WIB

Polisi Bersih-Bersih Preman, Sasar Orang Nongkrong Pinggir Jalan

Petugas melakukan pemeriksaan KTP serta geledah, antisipasi benda berbahaya seperti senjata tajam, narkoba dan minuman keras. - Image

Petugas melakukan pemeriksaan KTP serta geledah, antisipasi benda berbahaya seperti senjata tajam, narkoba dan minuman keras.

JawaPos.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri, tim operasi preman Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim, terus melakukan penyisiran. Kamis (22/6) hingga dini hari kemarin, beberapa warga yang sedang nongkrong diperiksa dan digeledah.


Selain sebagai Operasi Ramadniya, ini merupakan cipta kondisi. Mereka menyasar orang-orang yang sedang berkumpul di pinggir jalan tanpa kejelasan. Di antaranya di Terminal Bus Batu Ampar.


Sekelompok pria sedang bermain kartu, didatangi dan digeledah. “Tidak kami temukan benda berbahaya,” terang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman bersama Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana.


Benda berbahaya itu seperti narkoba, senjata tajam, minuman keras dan lainnya. Cipta kondisi tersebut berlangsung sebulan. “Tak hanya Balikpapan, semua wilayah juga laksanakan hal serupa,” tutur Ade Yaya.


Hingga kemarin, sudah 169 kasus. Mereka selain dikenakan wajib lapor dan sanksi tindak pidana ringan, ada pula diberi wejangan oleh anggota Pembinaan Masyarakat (Binmas). “Paling banyak diberi pembinaan,” imbuh perwira melati tiga ini. Sementara itu, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin menyebut dengan Operasi Ramadniya ini, tiga hal yang menjadi perhatian.


Yaitu kestabilan harga pangan, pemeliharaan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), serta keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran bagi masyarakat. “Itu sasaran kami,” kata Safaruddin. Keamanan dan kejahatan yang bersifat konvensional serta kelancaran arus mudik dan arus balik. Sebab, seluruh sasaran tadi  dilakukan serentak di Indonesia.


Operasi Ramadniya digelar selama 16 hari, mulai 19 Juni sampai 4 Juli 2017. Secara keseluruhan, operasi yang dulunya bernama Operasi Ketupat itu diselenggarakan agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. (aim/rsh/K18/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore