
Ilustrasi
JawaPos.com - Bagi yang berbelanja daging jelang lebaran, sudah saatnya waspada. Tim Satgas Pangan, dari Subdit I Ditreskrimsus Polda Jambi, Dinas Peternakan Rumah Potong Hewan Kota Jambi, dan Satpol PP Kota Jambi. mengamankan 1,9 ton daging babi siap jual.
Tim menggerebek tempat penyimpanan daging babi itu, di Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Kotabaru, sekira pukul 09.30. Saat didatangi, tak ada satu orang pun di tempat tersebut.
Bau amis sudah menyengat, begitu tim tiba di lokasi. Di luar, air berwarna merah yang diduga darah, masih terlihat. Hanya ada satu bangunan. Di dalam bangunan yang terbuat dari kayu itu, cuma terdiri dari dua ruangan.
Satu ruangan berukuran 2 x 2 meter, ada satu karpet, dan satu unit televisi. Sementara di ruangan lainnya yang merupakan ruangan utama, ada satu set meja berisi peralatan makan dan masak.
Di ruangan itu juga, tim menemukan sekira enam mesin pendingin ukuran besar. Begitu dibuka, ternyata isinya ratusan potong daging babi. Ada yang dibungkus plastik, ada juga yang tidak. Baunya sudah tidak enak lagi. Warna daging pun sudah merah kehitam-hitaman.
Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Guntur Saputro, yang memimpin operasi ini mengatakan, tempat itu menyalahi izin. “Cuma ada SIUP jual hewan ternak,” kata dia sebagaimana dilansir Jambi Independent (Jawa Pos Group), Kamis (22/6).
Dia melanjutkan, pihaknya mendatangi lokasi setelah mendapat informasi masyarakat. Kata dia, ada laporan bahwa tempat itu sering dijadikan tempat transaksi daging babi.
Tim Satgas Pangan tak ingin tempat tak berizin seperti itu, disalahgunakan. Ini juga untuk menghindari adanya tindakan tak bertanggungjawab. “Kita menghindari nanti ada daging-daging yang dicampur daging babi,” kata dia.
Terpisah Kepala UPTD RPH kota Jambi Fianti mengatakan, tempat yang dimiliki oleh seorang pria bernama Parapat ini, pernah digerebek tahun lalu. Menurut dia, daging babi ini kebanyakan diedarkan ke Pulau Jawa, seperti Tangerang, Bekasi dan Bogor.
Tak lama kemudian, penjaga tempat tersebut datang. Setelah menandatangani berita acara, daging babi tersebut diangkut ke dalam dua unit mobil. Satu unit mobil patroli Polsek Kotabaru, dan satu lagi mobil Carry dari Dinas Peternakan.
Daging itu langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Duku. “Kita buatkan lubang. Kemudian kita berikan larutan khusus. Baru kita timbun,” kata Fianti.(rib/nas/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
