Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Juni 2017 | 04.04 WIB

Mengintip 570 Prajurit Latihan Pemeliharaan Raider

Anggota Batalyon Raider Khusus 644/Wls melaksanakan latihan pemeliharaan raider di Komplek Pasar Inpres Kecamatan Putussibau Utara, Senin (19/6) sekitar pukul 21.00. - Image

Anggota Batalyon Raider Khusus 644/Wls melaksanakan latihan pemeliharaan raider di Komplek Pasar Inpres Kecamatan Putussibau Utara, Senin (19/6) sekitar pukul 21.00.

JawaPos.com - Sebanyak 570 anggota Batalyon Infanteri Raider Khusus 644 Walet Sakti melaksanakan latihan pemeliharaan raider. Program ini bertujuan untuk memelihara kemampuan masing-masing prajurit.


Komandan Batalyon (Danyon) Inf. Raider Khusus 644/Wls Letkol Inf. Gede Setiawan mengatakan, pemeliharaan latihan prajurit sangat dibutuhkan untuk menjaga kemampuan yang telah dimiliki.


“Ada pun materi dalam latihan tersebut di antaranya TPRAG (Taktik Pertempuran Regu Anti Gerilya) Raid, patroli-patroli, dan ada juga mengenai masalah PKP (Pendaratan Kaki Pantai),” terangnya saat meninjau prajuritnya latihan di beberapa titik wilayah Putussibau, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (21/6).


Dikatakan Danyon, dari 570 personel dibagi dalam 3 SSK. Begitu pula dengan tahapan latihan, juga dibagi menjadi tiga. Mulai dari tahapan basis, gunung hutan dan rawa laut. Hanya saja karena tidak ada laut, maka memanfaatkan sungai-sungai.


“Untuk hutan gunung kita pilih di daerah Hulu Tubuk, Kecamatan Kalis, kemudian untuk rawa laut daerah Putussibau komplek Sibau Hilir dan Sibau Hulu dan sekitarnya,” terang Danyon.


Dijelaskannya, latihan dilaksanakan selama 14 hari. Beberapa materi yang diberikan harus dikuasai secara perorangan. Ini menjadi modal untuk memupuk kekompakan tim. “Tim harus solid, tidak harus ada kata lain, kalau perintah satu, harus satu,” tegasnya.


Setelah latihan dan penilaian selesai, maka dilanjutkan dengan evaluasi untuk melanjutkan ke latihan berikutnya. Mengingat Desember, pihaknya akan melaksanakan latihan pemantapan. “Latihan pemantapan nanti akan lebih besar momennya dari yang sekarang,” pungkasnya. 


Program latihan ini baru pertama kali dilaksanakan di Putussibau. Kemungkinan pada latihan pemantapan pada Desember nanti letusan akan lebih ramai. “Jadi ini latihan perorangan untuk menyongsong latihan pemantapan,” jelasnya.


Latihan akan dilaksanakan rutin setiap tahun. Semua prajurit akan mendapatkan giliran. Ditegaskannya, dalam setiap kegiatan tetap ada reward dan punishment.


“Kalau yang tidak sesuai prosedur akan diberikan punishment bisa berupa teguran atau sanksi fisik. Itu tergantung seni pelatih yang akan memberi punishment. Kalau reward berupa kesejahteraan untuk istirahat,” ungkap Danyon. (dre/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore