
Barbuk sabu yang disita dari tangan tersangka Rasli
JawaPos.com - Direktorat Serse Narkoba Polda Kalsel berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 402,08 gram narkoba jenis sabu yang akan dimasukan ke Banjarmasin. Upaya ini berhasil dilakukan setelah sebelumnya petugas kepolisian beberapa waktu melakukan pengintaian.
Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhaisl meringkus Rasli alias Rusli warga Jalan Jenderal Sudirman, Barito Kuala (Batola). Ia ditangkap ketika bertransaksi dengan seorang petugas kepolisian yang sedang menyamar tidak jauh dari rumahnya, pada Rabu (14/6) dini hari. Sayang, karena gerak- gerik kepolisian terendus, polisi hanya bisa mengamankan Rasli, karena satu rekan Rasli melarikan diri masuk ke dalam hutan lewat belakang rumah warga.
Kendati kabur, menurut Direktur Serse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Jimmy A Anes melalui Wadir Serese Narkoba AKBP Eko Wahyuniawan, pihaknya sudah mengetahui identitas pelaku dan tengah dilakukan pengejaran.
“Yang kabur sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sudah sdisebar ke seluruh Polda jajaran,” kata Eko seperti dikutip Banjarmasin Pos (Jawa Pos Group) Rabu (14/6).
Sementara itu, saat dilakukan pemeriksaan, Rusli mengaku masih ada ratusan gram sabu yang disembunyikan oleh rekannya di samping rumah yang berada di Gang Budi Berkat. Ketika petugas melakukan penggeledahan di samping rumah Rusli ternyata memang benar ditemukan empat bungkusan besar kristal putih (masing-masing seberat 100 Gram) yang setelah di timbang beratnya 404,05 Gram atau sekitar 4 Ons, serta 1 kantong plastik warna hijau dan 3 kantong pelastik warna hitam serta 1 unit handphone.
Dilain pihak, terkait adanya penemuan barang tersebut, Wahyuniawan menjelaskan, setelah pihaknya melakukan tes terhadap barang bukti tersebut, dipastikan mengandung amfetamin. Dari hasil penyelidikan diduga barang haram itu berasal dari Kalimantan Barat (Kalbar).
Jaringan sabu dari Pontianak itu menyelundupkan ke Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui jalan darat. “Para pelaku ini adalah jaringan antar provinsi,” jelasnya.
Sementara itu Rusli yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini mengaku dirinya hanya disuruh untuk menjualkan saja oleh seseorang yang dikenalnya melalui telepon genggam. Dalam setiap 100 Gram dia dijanjikan mendapat keuntungan Rp30 Juta. “Saya mau karena ditawarkan keuntungan yang besar,” ungkapnya. (gmp/ay/ran/wnd/jpg)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
