
Ilustrasi
JawaPos.com - Nasib nahas dialami ibu dan anaknya yang masih duduk di sekolah taman kanak-kanak. Lantaran sang ibu terburu-buru, motor menerobos palang pintu kereta api yang sudah tertutup, Kamis (8/6). Akibatnya keduanya disambar KA Krakatau Juruan Blitar-Jakarta yang melintas. Peristiwa tragis itu terjadi di perlintasan kereta api Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih,
Saat kejadian, korban Nanik Intianah, 35, warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, membonceng putrinya, Aisyah Nur Maulia, 6. Sang anak meninggal di tempat kejadian. Sedangkan ibunya meniggal sekitar pukul 15.00, di RSU Gambiran, Kota Kediri. Tewasnya ibu dan anak itu tentu saja meninggalkan duka yang amat mendalam bagi keluarganya.
Suasanaduka yang mendalam tampak jelas tergambar di rumah duka , yang hanya berjarak 200 meter dari lokasi kecelakaan. Tak banyak komentar kepada Jawa Pos Radar Kediri yang mendatangi rumah duka sekitar pukul 15.00. “Mohon maaf, kami belum bisa memberikan keterangan karena kondisi kami sendiri juga masih syok,” kata seorang pria yang mengaku sebagai kakak ipar korban.
Kesedihan keluarga korban tentu saja sangat dimaklumi. Kecelakaan tersebut memang tragis. Terjadi karena Nanik terburu-buru mengantarkan sang anak ke sekolahnya, di TK Al Aqsa. Jarak sekolah tersebut sekitar 400 meter dari rumah korban. Menurut informasi yang dihimpun, waktu masuk sekolah tersebut adalah pukul 08.00. Sementara, korban berangkat sudah mendekati waktu bel masuk. Nanik mengantar anaknya dengan mengendarai Honda Vario warna hitam bernopol AG 6555 JN.
Dari rumahnya yang berada di tepi jalan raya Kediri-Tulungagung, korban meluncur ke arah selatan. Sang anak dibonceng di depan. Ketika sampai di perlintasan kereta api, ternyata palang pintu sudah tertutup. Kereka api Krakatau jurusan Blitar-Jakarta akan lewat. Namun, karena tergesa-gesa, korban memilih berbelok ke jalan tikus untuk memutari palang pintu.
Kebetulan, di sisi selatan perlintasan kereta api ada jalan tikus yang biasa digunakan warga. Jalan tikus itu, selain digunakan untuk menuju perkampungan yang ada di sisi barat rel kereta api, juga sering digunakan pengendara yang ingin memutari palang pintu. Sehingga mereka bisa berada di antrean bagian depan. Namun, pengendara yang berada di pinggir rel biasanya langsung melintas ketika merasa kereta masih agak jauh. Nah, tindakan terakhir itulah yang dilakukan korban.
Diduga merasa kereta masih jauh korban tetap saja melintasi rel. Padahal, menurut saksi mata, saat itu jarak kereta api sudah sangat dekat. Saat roda depan melintasi rel, kereta Krakatau langsung menyambar. Begitu tersambar, Nanik terpental dari motornya. Dia jatuh beberapa meter ke jalanan. Kepalanya membentur aspal terlebih dulu. Walaupun berhelm, diperkirakan benturan itulah yang mengakibatkan luka robek di kepala korban. Dan, membuatnya langsung sekarat.
Sedangkan motor yang dia tumpangi terpental lebih jauh lagi. Baru berhenti ketika menabrak pancang besi yang tertancap di pinggir jalan. Lebih tragis adalah nasib sang anak. Gadis kecil tersebut sempat terseret lokomotif kereta api sejauh 50 meter. Bocah yang duduk di bangku taman kanak-kanak itu tewas lantaran luka robek di kepala bagian belakang. “Tubuhnya kami temukan di tepi rel kereta api dalam kondisi meninggal,” ujar Kasihumas Polsek Ngadiluwih Aiptu Anwar Sanusi.
Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Supriyanto membenarkan kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dengan Kereta Api (KA) Krakatau kemarin pagi. Namun, pihak PT KAI tak bertanggung jawab secara materiil. Pasalnya dari keterangan yang didapatkan petugas KA di lokasi, kesalahan ada di pihak korban.
Menurutnya, korban, yang KTP-nya beralamat di Desa Gebyok, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah, itu nekat menerobos palang pintu yang sudah tertutup. “Keterangan ini disampaikan oleh petugas masinis KA dan juga petugas Penutup Jalur Lintasan (PJL),” terang Supriyanto kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Sesaat setelah kejadian, KA Krakatau dari Blitar tujuan Pasar Senen, Jakarta tersebut sempat berhenti selama lima menit. Pemberhentian mendadak tersebut ditujukan untuk mengecek kondisi KA apakah mengalami kerusakan. Dan apakah bisa melanjutkan perjalanan atau tidak. “(Sedangkan) korban langsung ditangani kepolisian,” tambahnya.(zl/dna/fud)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
