Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2017 | 17.38 WIB

Pengakuan Dua Keluarga Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu

Kediaman Ahmad Syukri di kawasan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. - Image

Kediaman Ahmad Syukri di kawasan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

JawaPos.com – Keluarga terduga pelaku Bom Terminal Kampung Melayu tak percaya jika Ichwan Nurul Salam dan AK, merupakan 'pengantin' dalam peristiwa yang menewaskan tiga polisi tersebut.


Awak Jabar Ekspres (Jawa Pos Grup) berkesempatan mendatangi rumah keluarga Ichwan di Cibangkong Sabtu lalu (27/5). Letaknya hanya beberapa meter di dekat rumah kontrakan Ichwan yang ditutup garis polisi. 


Rumah tersebut oleh tetangga Ichwan disebut milik orang tua Ichwan.


Saat bertamu ke kediaman orang tua Ichwan, seorang ibu keluar dari rumah yang berada di gang sempit itu. ”Maaf ya, kami tidak bisa ngomong apapun,” ujarnya tepat di depan pintu sembari menunjukkan gerak gerik ingin masuk ke rumah kembali.


Namun, saat ditanya soal tanggapannya bahwa Ichwan merupakan pelaku pengeboman, dia mengatakan bahwa belum tentu Ichwan yang menjadi pelaku. ”Kami tidak percaya Ichwan pelakunya,” tuturnya sembari menutup pintu.


Tetangga Ichwan, Ade menuturkan bahwa keseharian Ichwan memang tertutup. Walau kelahiran Cibangkong, namun Ichwan selama ini jarang bermain dan bergaul dengan warga sekitar. ”Kalau kerjanya jualan susu di dekat rel kereta api tak jauh dari sini,” ujarnya.


Dia mengatakan, sebenarnya keluarga Ichwan juga dikenal kurang bergaul. Sebab, kelu­arga tersebut memiliki per­bedaan dengan masyarakat sekitar. ”Warga sini biasanya Nahdatul Ulama (NU) tapi keluarga Ichwan sejak kake­knya Pak Sidik itu Persatuan Islam,” jelasnya.


Pengajian dan tahlilan memang tidak pernah diikuti oleh keluarga tersebut. ”Kakeknya itu persis gak ikut kalau tah­lilan dan semacamnya,” paparnya ditemui tepat di samping rumah kontrakan Ichwan.


Sementara itu, mertua AK terduga pelaku lain, Dedi Sunandi menuturkan, AK selama 13 tahun menjadi menantunya sama sekali tidak aneh-aneh. Selama ini pembicaraan selalu berkutat soal bagaimana bisa mengembang­kan usaha. ”Bagaimana jualan karpetnya, bagaimana bisa menambah pemasukan,” ujarnya.


Bahkan, saat kejadian bom Kampung Melayu itu, Dedi mengaku sempat mengobrol dengan AK. Menurutnya, obrolan soal kejadian bom itu sangat biasa. ”Makanya saya sangat percaya, bahkan 80 persen percaya bahwa AK tidak terkait dengn bom ter­sebut,” pungkasnya.(yul/idr/jun/syn/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore