
Ilustrasi
JawaPos.com - Terjaringnya salah seorang pejabat di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) dengan inisial S cukup menampar wajah Pemerintah provinsi (Pemprov) NTB.
Kepala Dinas DPMPD-Dukcapil Provinsi NTB, H Rusman mengaku telah memanggil pejabat dimaksud yang menduduki posisi Kepala Bidang (Kabid) . Namun, pejabat inisial S tersebut membantah jika melakukan perbuatan mesum.
"Saya sudah tanya dia, tapi jawabannya hanya diskusi saja di dalam kamar," ungkap Rusman sebagaimana dilansir Radar Lombok (Jawa Pos Group), Sabtu (27/5).
Rusman sendiri merasa malu atas pristiwa yang menimpa anak buahnya di DPMPD-Dukcapail. Apalagi, saat terjaring razia, pejabat tersebut menggunakan mobil dinas dan ditemukan oleh petugas sedang berada di dalam kamar.
Dirinya tidak pernah membayangkan, salah satu Kabidnya tersebut akan terjaring razia Penyakit masyarakat (Pekat). "Kami tentu sangat menyesalkan. Innalillahiwainna ilaihi rojiun, semua datang dari Allah dan semua akan kembali pada Allah," ucapnya serius.
Perbuatan S, diakui ataupun tidak telah mencoreng nama baik ASN. Tidak terkecuali Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DPMPD-Dukcapil. "Kalau masalah asusila, wajar dia diberikan sanksi jika terbukti. Saya harap juga dia menerimanya dengan lapang dada," kata Rusman.
Atas kejadian tersebut, seluruh pegawai DPMPD juga melakukan upacara pada Jumat pagi. Rusman mengumpulkan jajarannya agar tidak terulang kembali kasus serupa. Mengingat, seorang ASN harus memiliki tanggungjawab moral dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat.
Istri S, juga mendatangi kantor DPMPD. Kedatangannya karena suaminya diberitakan terjaring razia Pekat. Sang istri, yang merupakan seorang dosen sangat tidak menyangka suaminya bisa berbuat seperti itu di luar rumah.
Terkait dengan sanksi yang akan diterima S, Rusman menyerahkan kepada pimpinan daerah atau Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Saya akui, ini kegagalan saya juga mendidik jajaran disini. Saya juga sudah minta maaf kepada Pak Sekda atas kelalaian saya ini," ujarnya.
Kepala Satpol-PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta menegaskan, ASN Provinsi NTB yang terjaring razia tersebut, sempat diamankan petugas karena ditemukan berada di dalam kamar bersama perempuan yang bukan istrinya. "Ada 26 orang kedapatan sedang berada di dalam kamar hotel melati, mereka diduga berbuat mesum," kata Dirjaharta.
Dalam Operasi gabungan (Opgab) yang dilakukan Pada Rabu lalu (24/5), sebanyak 33 orang terjaring razia. Terdiri dari 13 pasangan atau 26 orang bukan suami-istri diamankan dan 7 orang lainnya diamankan juga karena ditemukan meminum-minuman keras. (zwr/nas/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
