Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Mei 2017 | 02.23 WIB

Umur 13 Tahun, Bobot 5 Kg

MIRIS: Kondisi M. Mifbachul Ulum, pasien gizi buruk, sangat memprihatinkan. Kini dia dirawat di ruang Aster RSUD dr Soebandi Jember. - Image

MIRIS: Kondisi M. Mifbachul Ulum, pasien gizi buruk, sangat memprihatinkan. Kini dia dirawat di ruang Aster RSUD dr Soebandi Jember.


JawaPos.com- Syaiful, warga Rambipuji, Jember, terduduk lemas di samping ranjang di ruang Aster RSUD dr Soebandi Jember. Dia mengkhawatirkan kondisi keponakannya, M. Mifbachul Ulum, pasien gizi buruk yang masih dalam perawatan. Sebab, pengurusan administrasi untuk keringanan biaya rumah sakit masih terkendala.



’’Kami sudah mengurus mulai desa. Tapi, di depan (loket) katanya tidak bisa karena tidak ada KK (kartu keluarga) asli,’’ ucap Syaiful.



Maklum, bocah yang mengalami gizi buruk itu baru pindah ke Rambipuji, beberapa waktu lalu. Saat datang ke Jember, kondisinya cukup mengenaskan.



Ulum pada usia 13 tahun, bobotnya hanya 5 kilogram. Tubuhnya hanya terbungkus kulit. Selain itu, kulitnya gosong dan mengelupas.



Bocah gizi buruk tersebut memang yatim piatu. Orang tuanya, Yusuf dan Iin, meninggal sejak Ulum masih TK. ’’Ulum sebelumnya ikut keluarga ibunya di Pasuruan,’’ jelas Syaiful, saudara dari bapak Ulum.



Beberapa bulan lalu Ulum dipindah ke Jember karena budenya yang merawat di Pasuruan mengalami stroke. Karena itu, kata Syaiful, Ulum ikut dirinya dan neneknya, Juariya. Syaiful pun belum sempat mengurus surat-surat kepindahan bagi Ulum dan KK baru.



Sejak Rabu (24/5), sebenarnya Syaiful sudah mengurus ke desa dan kecamatan untuk mencari solusi atas masalah itu. Salah satunya, mengurus surat keterangan tidak mampu ke desa dan kecamatan. ’’Juga sudah mengurus surat domisili pindah dari desa dan kecamatan,’’ jelasnya.



Untung, dalam kondisi itu, ada anggota Komisi D DPRD Jember Alfian Andri Wijaya mengunjunginya. Dia ikut mengurus dan membantu Ulum agar bisa dirawat di rumah sakit milik Pemkab Jember tersebut.



’’Tadi kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan dinas sosial. Sebab, pasien ini benar-benar pasien miskin,’’ jelas Alfian.



Bahkan, pihak desa dan kecamatan sudah mengetahui kondisi rumah Juariya dan Syaful. ’’Mereka memang dari masyarakat kurang mampu. Rumahnya saja dari gedek. Saya kemarin ikut menjemput agar mau berobat ke rumah sakit,’’ jelasnya.



Dia berharap biaya pengobatan untuk Ulum bisa di-cover APBD Jember yang memang khusus untuk biaya pengobatan pasien miskin. Soal masalah administrasi, Humas RSUD dr Soebandi dr Evy menyatakan, sebenarnya itu bukanlah masalah berat. Pihaknya juga memberikan kelonggaran. ’’Bisa kok memakai keterangan surat domisili dari desa dan kecamatan,’’ terangnya.



Asalkan, kata Evy, pihak desa menyatakan pasien tersebut adalah warga miskin. Namun, pihaknya lebih mengutamakan penanganan medis agar kondisi Ulum segera pulih. (ram/aro/c5/diq)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore