
LUDES: Ratusan kios di sektor selatan Pasar Songgolangit ludes terbakar Minggu malam (14/5).
JawaPos.com – Sepertinya Pemda Ponorogo tak pernah berhenti ditimpa musibah. Setelah musibah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, musibah kembali mendera. Sekitar 400 kios dan toko di kompleks Pasar Songgolangit Minggu malam (14/5) ludes terbakar. Ini kali ketiga pasar bersejarah yang dulunya bernama Pasar Legi itu dilalap si jago merah.
Kebakaran sebelumnya terjadi pada 1995. Juga pada 9 Desember 2009, dua pekan jelang Lebaran. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ponorogo, titik api muncul sekitar pukul 19.40 di lantai 1 pasar di sisi selatan. Kawasan tersebut merupakan tempat berjualan gerabah dan pakaian. Saat kebakaran terjadi, semua kios di sektor itu dalam keadaan tutup. Yang masih buka adalah bagian teras kios yang dipakai sejumlah PKL berjualan kuliner. ‘’Awalnya ada asap mengepul. Saya pikir dari pedagang di emperan pasar,’’ kata Reka Mulyasari, penjaga toko sepatu yang berada di seberang pasar.
Dia menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi selepas azan Isya. Kobaran api langsung membubung tinggi di atap. Peristiwa itu sontak membuat para PKL berhamburan. Dengan cepat api langsung menghanguskan bagian tengah pasar. ‘’Awalnya ya dari pojok selatan itu,’’ jelasnya. Api yang terus membesar membuat suasana makin mencekam.
Sampai pukul 22.50, api masih membakar sisi selatan. Petugas damkar terus menghalau api agar tidak menjalar ke utara. Polisi dengan sigap melakukan sterilisasi arus di sekitar pasar yang berada di Jalan Soekarno Hatta tersebut. Suara letupan keras sempat beberapa kali terdengar dari dalam pasar. Bahkan, atap utama juga roboh. Saat peristiwa terjadi, listrik masih dalam kondisi menyala. Baru satu jam kemudian, yakni pukul 21.00, listrik baru dipadamkan.
Seluruh unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Ponorogo langsung dikerahkan ke lokasi. Termasuk damkar tetangga dari Kota/ Kabupaten Madiun. Karena api terus membesar, petugas semakin kesulitan untuk memadamkan api. Sementara itu, personel dari Polres Ponorogo juga langsung bergerak mengantisipasi para pedagang yang mendekati lokasi kebakaran.
Mereka kukuh ingin menyelamatkan barang dagangan, padahal api masih membakar sektor selatan. Sejumlah pedagang malah sudah ada yang memasuki bagian tengah pasar. Kondisi ini jelas membuat semua pihak waswas. Agar tidak terjadi penjarahan, petugas kepolisian terus mengamankan lokasi. Sampai pukul 23.15, suasana masih mengkhawatirkan.
Tangis histeris pedagang yang melihat kiosnya dilalap si jago merah pun pecah. Dian, salah seorang pedagang pakaian misalnya. Menurut Ajib, paman Dian, keponakannya itu baru saja kulakan dari Solo. Itu selalu dilakukannya jelang Ramadan dan Lebaran. ‘’Modal kulakannya itu ratusan juta, keponakan saya punya tiga kios,’’ ujarnya. Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni juga langsung menuju TKP. Kepada Jawa Pos Radar Ponorogo, Ipong mengatakan sudah menginstruksikan semua damkar yang dimiliki. Termasuk meminta bantuan ke pemkab/pemkot tetangga. Ipong berharap agar api tidak sampai menjalar ke sisi utara.
Dari total 825 kios dan 65 toko, sekitar 400 di bagian selatan sudah terbakar. ‘’Petugas damkar akan berusaha maksimal memadamkan,’’ tegasnya. Ipong juga meminta langsung agar pedagang di bagian utara tidak panik. Sebab, jika bertindak sendiri, keselamatan mereka akan terancam. ‘’Selain keterbatasan armada damkar, angin juga bertiup kencang. Ini juga menjadi kendala pemadaman,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Songgolangit Sigit Priyono yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan, dirinya belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. Namun, hingga pukul 22.30 api sudah berhasil dihentikan hingga bagian tengah pasar. Sigit menyebut ada sekitar 65 toko di kawasan Pasar Songgolangit. Juga ada sekitar 825 kios berbagai ukuran di dalamnya.
Selain toko dan lapak, juga ada kantor Bank Pasar, kantor teras BRI, dan Bank Mandiri. Sigit memastikan, lokasi pasar yang terbakar ada di separo pasar bagian selatan dengan total kios sekitar 400. Sedangkan untuk jumlah toko dan lapak yang terbakar, belum bisa dipastikan. ‘’Saat ini masih fokus proses pemadaman,’’ ungkapnya. (tif/ota/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
