
ANGGUN BANGET: Ilaria Bianco,21, seorang gadis asal Bari Italia yang menikah dengan Dzulfikar, 23, pemuda warga Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Dia begitu anggun dengan mengenakan hijab dan sebelumnya sudah menjadi mualaf.
Ilaria Bianco,21, seorang gadis asal Bari Italia mengenal Dzulfikar, 23, pemuda warga Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang lewat jejaring sosial Facebook. Meski berasal dari dua benua yang “nggak nyambung” kini keduanya resmi menikah secara agama pada Kamis (11/5) di Batang. Seperti apa kisahnya?
LUTFI HANAFI, BATANG
Desa Tragung, tepatnya dirumah Dzulkifar kembali geger. Rumah tersebut sejak sebulan kemarin ramai dengan warga yang penasaran dengan kedatangan sosok gadis bule asal Italia. Namun dihari ini terasa berbeda, jika selama ini sempat tertutup bahkan menjauh dari warga dan media massa. Kini, kedua pasangan tersebut, membuat diri. Karena, hari Kamis (11/5) tersebut mereka resmi menikah di muka umum.
“Saya sangat senang dan bahagia karena sudah secara resmi menikah dengan Ilaria,” kata Dzulfikar saat ditemui setelah akad nikah di rumahnya.
Proses pernikahan keduanya, dilaksanakan secara sederhana namun penuh khidmat. Hanya dihadiri oleh keluarga dan sanak saudara serta tetangga dekat rumahnya saja.
Dikabarkan pula, saat berita ini ditulis orang tua Ilaria dalam perjalanan menuju Batang.
Dzulfikar yang mengenakan sarung dan jas warna hitam serta peci layaknya manten Khas Batang lancar dalam membacakan akad nikah di hadapan Kiyai Nahrowi asal Karanganyar Kabupaten Pekalongan.
Begitu juga dengan Ilaria Bianco yang terlihat cantik saat prosesi akad nikah. Kini dirinya mengenakan pakaian pengantin muslim, dengan berhijab warna putih. Nampak, terlihat lebih menarik.
"Pernikahan ini sudah mendapatkan restu dari orang tua Ilaria Branch (Aleksander Michael Angelo Monte Bianco), begitu juga dengan kepindahan agamanya menjadi Muslim," kata Dzulfikar.
Sebelumnya Ilaria Bianco sudah melafalkan kalimat syahadat sebagai prasyarat menjadi seorang muslim. Proses perpindahan keyakinan tersebut, dibantu dengan bimbingan KH Zainul Irokhi pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Tragung Kecamatan Kandeman, tepatnya pada 1 Mei 2017 kemarin.
"Ilaria sebelum menikah sudah mualaf. Kita memang berharap begitu," kata Zainal Arifin Paman Dzulfikar setelah menjadi saksi pernikahan.
Lebih lanjut, terkait untuk pernikahan ini memang terlihat tergesa - gesa atau terlihat cepat, karena mengantisipasi manakala ada anggapan dari masyarakat yang tidak baik, karena mereka sudah sejumlah sejak sebulan ini. Sehingga diputuskan untuk menikah secara agama Islam dulu.
"Untuk pernikahan secara Negara, administrasinya akan secepatnya kita rampungkan," kata Zaenal Arifin.
Pengurusan pernikahan secara negara juga mengikuti pengurusan perpindahan kewarganegaraan Ilaria. Karena harus mengurus di Kedutaan Italia. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
