
Ilustrasi
JawaPos.com - Krisis air baku yang diperkirakan melanda Balikpapan pada 2020 mendatang membuat pemkot bergerak cepat mencari solusi. Teranyar, proyek desalinasi telah sampai pada uji publik. Walau begitu, tetap saja perlu opsi lain untuk mengurangi jumlah ketergantungan air baku.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Suryanto menyebutkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan air. Salah satunya dengan daur ulang air limbah. Hal seperti ini, terang dia, sudah diterapkan oleh negara tetangga, Singapura. Dia mengaku telah mempelajari dan melihat secara langsung proses daur ulang air limbah di Negeri Singa.
Air daur ulang tersebut dapat menyumbang sekitar 30 persen dari total kebutuhan keseluruhan. Suryanto menuturkan, air daur ulang ini berasal dari air limbah yang berada di berbagai tempat. Mulai rumah tangga, hotel, apartemen, restoran, dan pertokoan. Secara teknis, seluruh air tersebut dialirkan ke parit yang nantinya menuju sebuah danau tempat pengolahan air.
“Air limbah tersebut dikumpulkan di suatu area seperti danau. Kemudian melalui proses treatment hingga akhirnya bisa digunakan lagi. Bahkan mereka sudah memproduksi air minum dari hasil air daur ulang itu. Dari sumber, aliran, hingga pengolahan semua sudah kami saksikan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, proses daur ulang air limbah di Singapura menggunakan treatment yang sistemnya mirip desalinasi dengan membran reverse osmosis (RO). Pria berkacamata ini pun optimistis hasil air daur ulang tersebut begitu baik untuk digunakan lagi. Bahkan layak konsumsi dalam bentuk air minum. Suryanto yakin, Balikpapan juga mampu menerapkan sistem air daur ulang itu.
“Namun, mungkin sistem yang bisa diterapkan di sini tidak perlu sebesar yang ada di Singapura. Di sana mereka buat semua begitu terpadu dan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Balikpapan bisa melakukan dalam lingkup skala kecil, menggunakan treatment yang sederhana untuk masing-masing kantor terlebih dahulu,” ungkapnya.
Suryanto mengatakan, sesungguhnya contoh konkret proses air daur ulang juga telah berjalan di SD Kemala Bhayangkari Balikpapan. Di sana, siswa dan guru bersama-sama melakukan proses daur ulang dari limbah kantin. Sementara ini, hasil dari air daur ulang tersebut digunakan untuk cuci motor dan kebutuhan lainnya.
“Walau proses daur ulang air masih dalam skala kecil, tapi sudah jadi bukti kalau cara ini bisa kita terapkan. Mereka hanya butuh dua dak atau penampungan air. Satu untuk memproses daur ulang dan satu dak lagi untuk menampung air yang telah bersih,” tuturnya.
Tidak hanya itu, pilihan lain yakni pemanfaatan area atap gedung menjadi dak penampungan air hujan. Jika biasanya di bagian atas gedung hanya atap, kini bisa diubah menjadi dak penampungan air yang mempunyai fungsi lebih. Jadi, jumlah air hujan yang tertampung dapat lebih besar dan maksimal, terutama untuk gedung besar seperti hotel, apartemen, pertokoan dan mal.
Dengan demikian, seluruh kebutuhan air tidak hanya bersumber dari air baku yang sedang krisis, tetapi terbantu dari optimalisasi air hujan atau air limbah. “Misalnya digunakan untuk keperluan bersih-bersih dari pel, cuci, merawat kebun, dan lainnya. Tidak usah berpikir terlalu berat seperti di Singapura yang bisa jadi air minum. Mulai dari yang sederhana untuk kebutuhan sendiri dulu,” jelasnya.
Mantan Kepala Bappeda Balikpapan itu menambahkan, selain air daur ulang dan air hujan, pemanfaatan air tanah juga bisa menjadi opsi memenuhi kebutuhan air baku. Caranya dengan menampung air hujan dan membawanya ke dalam tanah. Sehingga air laut tidak langsung seluruhnya mengalir ke laut. Sistem ini disebut dengan injeksi air tanah dan telah berjalan di Adelaide, Australia.
Secara teknis program ini memanfaatkan penggunaan sumur dalam. Namun, mereka juga melakukan injeksi air permukaan ke dalam tanah. “Injeksi air dilakukan saat hujan. Jadi, memanfaatkan air hujan yang turun tidak langsung mengalir ke laut. Air itu akan digiring ke sumur atau lubang, lalu nantinya air akan masuk ke dalam tanah,” katanya.
Suryanto mengungkapkan, penting untuk melakukan injeksi air. Sebab, jika eksploitasi air tanah atau sumur dalam terus-menerus tanpa injeksi, tentu ketersediaan air semakin lama akan habis. Apalagi Balikpapan tidak memiliki sumber air tanah yang melimpah. Efeknya pun tidak baik untuk alam. Maka injeksi air membuat keberadaan air tetap seimbang.
“Ini semua bentuk optimalisasi pemanfaatan air selain dari air baku. Sementara pemerintah kota dan PDAM masih mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air baku. Maka penggunaan air daur ulang atau air hujan itu dapat menjadi pendukung,” tutupnya. Diketahui, selama ini kebutuhan air baku di Balikpapan bergantung pada produksi Waduk Manggar sebesar 900 liter per detik. Waduk yang terletak di Balikpapan Utara tersebut menyuplai kebutuhan air untuk tiga instalasi.
Yakni IPAM Batu Ampar Kilometer 8 dengan kapasitas 500 liter per detik, IPAM Mini Manggar Kilometer 12 berkapasitas 20 liter per detik. Serta IPAM Kampung Damai dengan produksi 362 liter per detik. Dari kebutuhan 1.803 liter per detik pada tahun ini, air baku yang tersedia baru 1.708 liter per detik. (*/gel/riz/k16/fab/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
