
HARI NAHAS : Kadek Anom rawat inap di RS Siloam setelah dikeroyok (foto Inzet). Mobil Toyota Avanza bernopol DK 708 AE pun penyok.
JawaPos.com – Persaingan tak sehat antara sopir taksi online dan taksi konventional semakin meruncing. Bahkan berujung tindakan anarkhis. Sopir taksi online dipaksa ke luar lalu digebuki ramairamai. Sedangkan mobilnya dirusak. Peristiwa itu terjadi di kawasan Banjar Taman Mertanadi, Seminyak, Badung, sekitar pukul 18.30, Minggu malam lalu (2/4).
Sopir angkutan online Uber bernama Ida Kadek Anom, 30, dikeroyok hingga nyaris tewas. Pria nahas ini diduga dikeroyok kawanan sopir taksi konvensional. Bukan hanya aksi cegat dan pengeroyokan saja, mobil korban juga dirusak di tempat kejadian perkara.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali dari sejumlah teman korban, kasus tersebut awalnya dilaporkan ke Polsek Kuta Utara. Tapi, akhirnya korban justru disarankan melapor ke Polsek Kuta karena locus delictie disebut-sebut merupakan wilayah Polsek Kuta.
Kepada Jawa Pos Radar Bali, via telepon Ida Kadek Anom mengaku bahwa kondisinya sudah mulai membaik. Walaupun masih susah bicara. Dia mengaku bahwa kasus tersebut bermula ketika dia hendak menjemput tamu di Ramada Encore Hotel, Jalan Saraswati III, Seminyak, Kuta, Badung.
Tamu yang hendak naik ke mobil angkutan berbasis online jenis Toyota Avanza warna putih bernopol DK 708 AE, itu justru diturunkan oknum sekuriti hotel dan beberapa sopir taksi lokal (karena ia tidak mampu membayar denda). “Di sana sekuriti dan beberapa oknum sopir taksi lokal itu mengatakan harus membayar sebanyak Rp 500 ribu,” tuturnya.
Karena tidak memegang uang sebanyak itu, korban menghubungi sang bos (pemilik mobil). Pemilik mobil pun menganjurkan korban agar balik mengambil duit di rumahnya. “Saat pulang itulah si sekuriti teriak ke arah sopir-sopir taksi lokal bahwa saya akan melapor ke teman-teman. Karena itu saya digebuki hingga babak belur,” paparnya.
Teriakan itu membuat seluruh sopir taksi konvensional marah. Mereka justru mengejar mobil yang sudah melaju dengan kecepatan rendah. “Mobil dilempar dan dikepruk menggunakan batu dan kayu dari depan lobi hotel sampai jalan depan. Jadi, mereka itu berlari mengejar mobil saya dan akhirnya dicegat di depan jalan umum. Saya ditarik keluar dan dipukul,” jelasnya.
Akibatnya dia mengalami luka pukulan di sekujur tubuh dan napas menyesak. Sekarang masih jalani perawatan di RS Siloam. Via telepon, teman-teman korban pun berharap polisi segera mengungkap seluruh pelaku yang memukul korban. “Mereka banyak. Mencapai balasan orang yang memukuli. Kalau nama aku nggak tahu. Tapi, kalau melihat wajahnya saya pasti tahu,” tutup Kadek Anom.
Kapolsek Kuta I Wayan Sumara membenarkan terkait masalah tersebut. Tapi, dalam keterangannya dia enggan menyatakan bahwa itu terkait masalah persaingan antara taksi online dan taksi konvensional. “Kami masih mendalami masalah ini. Anggota sedang mendalami keterangan-keterangan saksisaksi,” tukasnya. (dre/pit/JPG)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
