Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 April 2017 | 16.20 WIB

Sopir Online Ini Dicegat, Digebuki Ramairamai, Lalu Mobil Dirusak

HARI NAHAS : Kadek Anom rawat inap di RS Siloam setelah dikeroyok (foto Inzet). Mobil Toyota Avanza bernopol DK 708 AE pun penyok. - Image

HARI NAHAS : Kadek Anom rawat inap di RS Siloam setelah dikeroyok (foto Inzet). Mobil Toyota Avanza bernopol DK 708 AE pun penyok.


JawaPos.com – Persaingan tak sehat antara sopir taksi online dan taksi konventional semakin meruncing. Bahkan berujung tindakan anarkhis. Sopir taksi online dipaksa ke luar lalu digebuki ramairamai. Sedangkan mobilnya dirusak. Peristiwa itu terjadi di kawasan Banjar Taman Mertanadi, Seminyak, Badung, sekitar pukul 18.30, Minggu malam lalu (2/4).



 Sopir angkutan online Uber bernama Ida Kadek Anom, 30, dikeroyok hingga nyaris tewas. Pria nahas ini diduga dikeroyok kawanan sopir taksi konvensional. Bukan hanya aksi cegat dan pengeroyokan saja, mobil korban juga dirusak di tempat kejadian perkara.



 Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali dari sejumlah teman korban, kasus tersebut awalnya dilaporkan ke Polsek Kuta Utara. Tapi, akhirnya korban justru disarankan melapor ke Polsek Kuta karena locus delictie disebut-sebut merupakan wilayah Polsek Kuta.



 Kepada Jawa Pos Radar Bali, via telepon Ida Kadek Anom mengaku bahwa kondisinya sudah mulai membaik. Walaupun masih susah bicara. Dia mengaku bahwa kasus tersebut bermula ketika dia hendak menjemput tamu di Ramada Encore Hotel, Jalan Saraswati III, Seminyak, Kuta, Badung.



 Tamu yang hendak naik ke mobil angkutan berbasis online jenis Toyota Avanza warna putih bernopol DK 708 AE, itu justru diturunkan oknum sekuriti hotel dan beberapa sopir taksi lokal (karena ia tidak mampu membayar denda). “Di sana sekuriti dan beberapa oknum sopir taksi lokal itu mengatakan harus membayar sebanyak Rp 500 ribu,” tuturnya.



 Karena tidak memegang uang sebanyak itu, korban menghubungi sang bos (pemilik mobil). Pemilik mobil pun menganjurkan korban agar balik mengambil duit di rumahnya. “Saat pulang itulah si sekuriti teriak ke arah sopir-sopir taksi lokal bahwa saya akan melapor ke teman-teman. Karena itu saya digebuki hingga babak belur,” paparnya.



 Teriakan itu membuat seluruh sopir taksi konvensional marah. Mereka justru mengejar mobil yang sudah melaju dengan kecepatan rendah. “Mobil dilempar dan dikepruk menggunakan batu dan kayu dari depan lobi hotel sampai jalan depan. Jadi, mereka itu berlari mengejar mobil saya dan akhirnya dicegat di depan jalan umum. Saya ditarik keluar dan dipukul,” jelasnya.



 Akibatnya dia mengalami luka pukulan di sekujur tubuh dan napas menyesak. Sekarang masih jalani perawatan di RS Siloam. Via telepon, teman-teman korban pun berharap polisi segera mengungkap seluruh pelaku yang memukul korban. “Mereka banyak. Mencapai balasan orang yang memukuli. Kalau nama aku nggak tahu. Tapi, kalau melihat wajahnya saya pasti tahu,” tutup Kadek Anom.



 Kapolsek Kuta I Wayan Sumara membenarkan terkait masalah tersebut. Tapi, dalam keterangannya dia enggan menyatakan bahwa itu terkait masalah persaingan antara taksi online dan taksi konvensional. “Kami masih mendalami masalah ini. Anggota sedang mendalami keterangan-keterangan saksisaksi,” tukasnya. (dre/pit/JPG)


Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore