
Angkot Bogor Masih Mogok, Mobil TNI Angkut Warga
JawaPos.com - Ribuan sopir angkutan kota (angkot) di Bogor masih ogah mengangkut penumpang, kemarin (21/3). Mereka sepakat untuk tetap mogok beroperasi hingga tuntutan persamaan hak dan kewajiban dengan transportasi online, terwujud. Imbasnya, ribuan penumpang lagi-lagi telantar di jalan.
Namun kali ini Muspida Bogor sudah lebih siap menghadapi aksi mogok. Sedari pagi, Pemkot Bogor melibatkan aparat TNI-Polri membantu warga yang butuh transportasi umum. Salah satunya Komando Resort Militer (Korem) 061/Suryakancana dengan mengerahkan puluhan truk militer untuk mengangkut penumpang.
"Bersama Batalyon 315/Garuda juga. Di Jembatan Merah ada dua truk NPS. Di Jalan Merdeka ada dua truk NPS, di Tugu Kujang dua truk NPS, Bogor Trade Mall dan PDAM Lawang Gintung juga dua mobil OZ," ujar Komandan Korem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Agus Mirza, kepada Radar Bogor, kemarin (21/3).
Pengerahan armada itu terbukti sangat membantu aktivitas warga. Faktanya, dari aksi pukul 08.45 WIB sampai dengan pukul 10.20 WIB, sudah 900 penumpang yang terangkut.
“Memang aksi mogok membuat aktivitas mayarakat nyaris lumpuh. TNI, dalam hal ini Korem, turut membantu pengamanan pada aksi mogok. Kami juga menurunkan personel TNI dari Korem dan Batalyon 315/Garuda,” imbuhnya.
Data yang dihimpun Radar Bogor (Jawa Pos Group), trayek angkot yang melakukan aksi mogok kemarin (21/3) adalah trayek 02 jurusan Bubulak-Sukasari, trayek 03 Jurusan Bubulak-Terminal Baranangsiang, trayek 32 jurusan Pagelaran-Cibinong, trayek 05 jurusan Ciomas-Merdeka, trayek 05 jurusan Lewiliang-Bubulak, trayek 06 jurusan Parung-Merdeka, dan trayek 14 jurusan Pasirkuda-Bubulak.
Dampak yang ditimbulkan dari aksi mogok para sopir angkot yakni penumpukan penumpang di pintu keluar Stasiun Bogor, serta sejumlah titik keramaian. Sebagian penumpang telantar di terminal Laladon, Bubulak, serta Baranangsiang.
Armada angkot yang mogok beroperasi, banyak terparkir di terminal-terminal di Kota dan Kabupaten Bogor. Ada juga yang sengaja diparkir berderet di tepi jalan protokol, untuk memperlihatkan aksi protes mereka kepada publik.
"Kami menginginkan adil. Biar semua bayar pajak dan enggak seenaknya. Mereka (transportasi online, red) membuat penghasilan kami menurun 80 persen," tutur sopir jurusan Laladon-Cibinong, Setiawan (33), di kawasan terminal Laladon, Bogor Barat, Kota Bogor.
Lokasi ini adalah salah satu titik para sopir angkot berkumpul. Di bawah teriknya matahari, para sopir memilih berpanas-panasan bermain bola di tengah pangkalan. Sembari menunggu kabar dari rekan-rekan mereka yang melakukan aksi damai di Balaikota Bogor. (don/ric/wil/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
