
Ilustrasi
JawaPos.com- Sekelompok orang yang diduga bersenjata api mendatangi gedung eks Pemkab Probolinggo Jumat (17/3). Mereka diduga akan merampok gedung yang tak dipakai lagi itu. Sebelum beraksi, mereka terlebih dahulu menyekap empat anggota satpol PP yang bertugas.
Tak hanya disekap, empat anggota tersebut dianiaya. Mereka adalah Sandy Yuda, warga Desa Randu Putih, Kecamatan Dringu; Samsudin asal Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih; Ali Mahrus asal Tongas; dan Rian Lesmana asal Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih.
Sejatinya, saat itu ada pula anggota lain yang bernama Munib, asal Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Namun, sejam sebelum kejadian, Munib pergi ke kantor dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) yang berjarak sekitar 500 meter di timur gedung eks pemkab tersebut.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, perampokan itu terjadi pukul 02.15. Munib pergi ke kantor dinas penanaman Modal dan PTSP sejam sebelumnya. Tujuannya, menemani temannya yang mendapat giliran piket di kantor dinas tersebut sekaligus mengecek situasi.
Salah seorang korban yang namanya enggan dikorankan menyatakan, saat itu kondisinya baru saja diguyur hujan. Tiba-tiba datang kawanan pelaku yang berjumlah lima orang. Dua di antara lima pelaku itu langsung mengeluarkan senjata sejenis pistol, lalu menodongkannya kepada anggota satpol PP yang berjaga. Akibatnya, para korban tidak bisa berbuat atau melawan.
Saat itu pelaku menutup mata dan mulut korban dengan lakban. Pelaku hanya menyisakan satu lubang kecil pada hidung untuk bernapas. Tangan anggota satpol PP tersebut diikat dengan tali rafia di belakang punggung. Bukan hanya itu, korban sempat dipukul dan ditendang. Keempat korban langsung disekap di ruangan berukuran 2 x 2 meter yang biasa digunakan anggota untuk beristirahat.
”Mata dan mulut kami semua langsung dilakban. Kami tidak bisa melawan karena langsung ditodong dengan pistol. Setahu saya, ada lima pelaku. Dua pelaku yang pegang pistol. Seingat saya, pistolnya jenis F4 dan revolver,” kata korban saat ditemui di pos penjagaan kemarin.
Setelah menyekap korban, pelaku diduga mengubrak-abrik sejumlah ruangan di gedung tersebut. Terbukti, sejumlah pintu ruangan rusak karena dicongkel atau didobrak. Korban tidak mengetahui apa yang dilakukan pelaku. Sebab, kondisi mereka disekap.
Namun, yang mereka tahu selanjutnya, pelaku kembali menuju pos penjagaan untuk memukuli korban. Setelah itu, korban mendengar suara sirene mobil dari tepi jalan. Mobil tersebut lalu masuk. Semula, korban menganggap mobil itu adalah petugas kepolisian yang akan menyelamatkan mereka. Diduga, mobil tersebut adalah milik pelaku.
Sebelum pergi, pelaku sempat menanyakan kantor DPRD. Tidak diketahui kantor DPRD mana yang dimaksud. ”Terakhir, pelaku tanya mana gedung DPRD. Tapi, karena mulut dilakban, jadi, saya tidak bisa jawab. Eh, pelaku malah kembali menendang saya karena tidak menjawab. Posisi mata saya dilakban. Jadi, tidak tahu mobil apa,” terangnya.
Petunjuk datang dari Munib saat hendak kembali ke gedung eks pemkab. Dia berpapasan dengan Toyota Avanza putih dengan sirene yang melaju dari barat. Diduga, mobil Avanza putih itulah kendaraan para pelaku.
”Untung ada Munib yang datang dan menolong saya. Sebab, mulut serta mata saya dan teman semua sudah dilakban. Tangan diikat. Saya pikir, barang-barang kami di meja hilang dibawa kabur pelaku. Ternyata semua barang masih lengkap. HP dan kunci sepeda motor di meja, tidak ada yang diambil,” ungkapnya.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kemarin pagi kondisi gedung eks pemkab tampak lengang. Tidak ada barang yang hilang atau dibawa kabur pelaku. Padahal, di dalam gedung tersebut, ada ruangan yang digunakan SMK Negeri Dringu dan Universitas Terbuka (UT) Cabang Jember.
Ada empat ruangan yang diacak-acak pelaku. Di antaranya, ruang sektetariat UT Jember, 1 gudang, 1 ruang kosong bekas penjagaan dalam kantor, dan ruang kosong bekas kantor sekretaris daerah (Sekda).
”Tidak ada barang yang hilang atau barang berharga yang dicuri. Kebetulan ruangan yang dibobol dengan cara dicongkel itu kosong, tidak ada isinya,” kata Catur, anggota satpol PP lainnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
