
DIHUKUM: Sepuluh anak-anak yang terjaring di lokasi balapan liar menjalani hukuman push-up di Mapolres Pamekasan, Minggu (12/3)n
JawaPos.com -Anak-anak ini memang tak takut sedikitpun pada polisi. Upaya petugas mengusir balapan liar di Jalan Kabupaten, Pamekasan, sekitar pukul 02.00, Minggu (12/3) dini hari, justru dibalas dengan lemparan batu. Daripada mobil yang dikendarai para petugas itu hancur, maka saat itu juga para petugas melakukan pengejaran pada para pelempar itu. Ujung-ujungnya polisi mendapatkan 10 anak yang ditengarai pelaku pelemparan. Ternyata mereka rata-rata masih berusia dibawah 18 tahun. Bahkan diantaranya ada yang masih berusia 10 tahun.
”Ketika petugas datang untuk membubarkan massa balap liar, tiba-tiba ada yang melempari mobil patroli dengan batu. Akhirnya kami melakukan pengejaran dan mengamankan sepuluh anak itu,” kata Kaur Bin Ops (KBO) Sabhara Polres Pamekasan Iptu Bambang Irawan kepada wartawan Jawa Pos Radar Pamekasan, Minggu (12/3).
Setelah dilakukan penangkapan, kesepuluh anak itu kemudian dibawa ke mapolres. Dari situlah mereka diketahui masih anak-anak. Bahkan, dua di antara mereka masih berusia sepuluh tahun. Dua anak itu adalah Dendi dan Herul, warga Jalan Gatot Koco. Polisi juga mengamankan M. Zaky, 13, warga Jalan Raya Proppo; Dandi, 15, warga Jalan Kolpajung; dan Dito Irwanda, 15, warga Jalan Sermes. Kemudian, Rifqul, 15, warga Jalan Pintu Gerbang; Tegar Prasetyo, 15, warga Jalan Parteker; dan M. Rizki, 15, warga Jalan Tumenggungan. Dua remaja lain yang terjaring adalah Sehran, 16, warga Jalan Segara dan Hairul, 16, warga Jalan KH Hasan Shinhaji.
Kepada polisi mereka mengaku tidak melakukan pelemparan batu. ”Menurut pengakuan mereka. Di sana hanya menonton dan tidak tahu siapa yang melakukan pelemparan,” ucap Bambang. Meski demikian, mereka tidak lepas dari sanksi petugas. Mereka menjalani hukuman push-up agar jera.
Selain itu, membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan mereka. Orang tua mereka juga dianggil untuk diberi pengertian. Bambang Irawan menyayangkan perilaku anak-anak yang dinilai sudah di luar batas kewajaran. ”Anak sepuluh tahun saja sudah keluar rumah sampai jam dua dini hari dan nongkrong di tempat balap liar,” ucapnya.(c9/luq/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
