
Salah satu proses pemusnahan sabu yang dilakukan Polres Nunukan.
JawaPos.com - Narkotika jenis sabu lazimnya ditemukan berbentuk kristal. Namun kini, untuk mengelabui aparat keamanan, bandar narkoba mengubahnya menjadi zat cair seperti air. Sabu jenis cair ini masuk dalam sindikat peredaran narkoba internasional. Modusnya, para pengedar memasukan sabu cair dalam kaleng, kemudian disamarkan seolah-seolah kaleng lem atau minuman biasa.
“Sampai saat ini memang belum ditemukan di Nunukan. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada juga. Inilah yang terus dipantau,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Nunukan Kompol Lamuati saat ditemui belum lama ini.
Sabu cair itu, lanjutnya, tidak langsung didistribusikan dalam bentuk cair ke penggunanya. Namun, sebelum diedarkan sabu itu diracik kembali untuk dijadikan sabu berbentuk kristal kembali. “Cairnya itu hanya untuk mengelabui saja. Sebab, selama ini yang diketahui itu padat atau kristal dan sering ditangkap,” ungkapnya.
Menurut dia, selama ini sabu cair masuk ke Indonesia melalui jalur udara. Di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pernah ditemukan. Barang itu berasal dari Timur Tengah. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan wilayah Nunukan sebagai jalur perlintasan negara ini juga menjadi jalurnya. “Sabu cair ini menjadi perhatian BNN seluruh Indonesia saat ini,” ungkapnya.
Menurutnya, sabu cair ini tidak sama dengan 4-Chloromethcathinone atau yang dikenal dengan 4-CMC atau nama lainnya Blue Safir yang dapat digunakan pada rokok elektrik sebagai liquid pada vapor.
Namun, kedua barang ilegal tersebut termasuk narkoba yang menghancurkan masa depan penggunanya. Kendati belum ditemukan di wilayah Kabupaten Nunukan, tapi sebagai jalur perlintasan keluar masuknya Warga Negara Indonesia (WNI) ke luar negeri dan sebaliknya, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan mewaspadai narkotika cair tersebut.
“Sosialisasi terus dilakukan. Bukan hanya terkait bahaya narkoba itu, tapi jenis-jenis juga disampaikan. Agar masyarakat yang menemukannya dapat melaporkannya ke aparat keamanan untuk ditindak,” pungkasnya.
Salah seorang pengguna narkoba, sebut saja namanya Aco (nama samaran) yang sempat ditemui media ini mengaku belum mendapatkan sabu cair tersebut. Namun, dirinya telah mendengar hal tersebut. Dikatakannya, modus tersebut memang hanya untuk mengelabui petugas keamanan saja. “Itu dicairkan kalau barangnya mau diselundupkan saja. Nah, biasanya yang kristal itu yang jadi umpannya,” ujarnya.
Ia mengatakan, sabu berbentuk kristal sengaja dibiarkan tertangkap, lalu yang cair dengan kapasitas yang lebih besar tidak diincar. “Seperti penangkapan di Tarakan yang 11 kg itu. Bisa jadi pancingan saja. Siapa bisa jamin kalau tidak yang lebih besar lolos dari itu,” pungkasnya. (oya/eza/fab/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
