
Warga mengecek namanya di DPT
JawaPos.com - Meski hari pemilihan tinggal sehari lagi, namun dugaan data pemilih tetap (DPT) yang masih amburadul masih mencuat. Hal itu terdapat di dua kecamatan, yakni di Tampan dan Payung Sekaki.
Kondisi itu diungkapkan oleh anggota DPRD Kota Pekanbaru, Romi Sinaga. Dia meminta, agar DPT yang ada saat ini harus diverifikasi ulang. Jika tidak Pilkada untuk Kota Pekanbaru, Riau tidak lebih baik Pilkada diundur.
Dia mencontohkan tidak beresnya DPT di Kota Pekanbaru itu, yakni istrinya sendiri tidak tercatat dalam DPT, padahal ketika di DPS ada namanya. "Ini contoh kecil saja, istri saya tidak terdaftar di DPT," ujarnya seperti dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Selasa (14/2).
Untuk itu politikus PDI Perjuangan ini meminta Disdukcapil, agar KPU melakukan verifikasi ulang DPT. "Kalau masih amburadul juga DPT jelang pencoblosan, sebaiknya pilkada diundur saja," tegasnya.
Di tempat lain, banyak warga yang mengaku tidak terdaftar di DPT dan tidak mendapatkan undangan untuk memilih besok. Seperti halnya Rini (24), warga Jalan Purwodadi, Gang Gelora, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan.
Hingga kini dia bersama suaminya belum mendapatkan undangan untuk memilih. Padahal setiap kali ada pemilihan Wali Kota maupun Gubernur, dia dan suaminya selalu mendapatkan undangan untuk memilih. "Nggak tahu apa penyebabnya. Saya dulu selalu ikut tapi sekarang tidak," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ridwan (25). Dia mengaku belum mendapatkan undangan untuk memilih. Namun dia masih berharap hari ini bisa mendapatkan undangan untuk memilih.
Parahnya lagi ada warga yang harus mencoblos jauh dari tempat tinggalnya. Helmi, warga Jalan Purwodadi menuturkan, sesuai undangan yang diterimanya, harus di memilih di TPS di sekitar rumah potong hewan. Sedangkan istrinya tetap memilih di TPS yang tidak jauh dari rumah. "Pilkada tahun ini pula kejadiannya seperti ini. Pilkada sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini," ucap Helmi.
Sementara itu, Jumaris selaku Ketua RT 02 RW 34 di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan saat ditemui Riau Pos (Jawa Pos Group) mengaku bahwa apa yang menimpa warganya tersebut, dia sama sekali tidak mengetahuinya.
Menurutnya proses pembagian undangan untuk memilih itu langsung dilakukan oleh tim KPPS yang diserahkan langsung dari PPS. "Dalam penyebaran undangan untuk memilih ini, kami selaku RT memang tidak dilibatkan. Karna dari KPPS-nya undangan itu langsung diserahkan ke PPS. Dan merekalah nantinya yang akan membagikan kepada warga. Dua orang anak saya yang sudah punya hak pilih juga tidak ada yang ikut memilih tahun ini," kata Jumaris. (gus/man/iil/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
