Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 00.10 WIB

Duh, Lokasi Penculikan Tiga WNI Belum Diketahui

Ketua Satgas PWNI KJRI Kota Kinabalu, Hadi Sirajuddin saat mengunjungi istri korban penculikan di Sandakan, Malaysia. - Image

Ketua Satgas PWNI KJRI Kota Kinabalu, Hadi Sirajuddin saat mengunjungi istri korban penculikan di Sandakan, Malaysia.

JawaPos.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu (KK) terus berupaya mencari keberadaan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik Kamis (19/1) lalu di Perairan Sulu, Filipina Selatan. Namun, upaya pencarian Hamdan Bin Salim, Subandi bin Sattu, dan Sudarling Samansung belum juga membuahkan hasil.


Ketua Satgas Perlindungan WNI (PWNI) KJRI KK, Hadi Sirajuddin menjelaskan, keberadaan WNI yang menjadi korban penculikan hingga kini belum ditemukan. Dari tiga kapal nelayan yang berada tidak jauh dari TKP dan berhasil melarikan diri, salah satu ABK-nya memiliki hubungan keluarga dengan korban.


Satu orang merupakan saudara Subandi dan satu orangnya lagi merupakan paman Sudarling. “Saat ini, mereka (keluarga korban, Red) belum bisa kami temui untuk memberikan informasi,” kata Hadi Sirajuddin kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group), Minggu (5/2).


Saat ini pihaknya sedang mengupayakan pemulangan Indawati dan anaknya yang merupakan istri Subandi yang berada di Sandakan. Dikarenakan, istri korban meminta untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Tokambang, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulewesi Selatan. “Istri Subandi meminta untuk dipulangkan bersama anaknya yang usianya masih satu tahun,” tambahnya.


Saat ini, istri korban tidak memiliki dokumen resmi dan pihaknya sedang melakukan proses pengurusan dokumen keimigrasian agar istri korban dapat pulang ke tanah air. Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk WNI telah dikeluarkan PWNI bersama Imigrasi Sandakan. “Semuanya telah selesai, tinggal menunggu kesiapan istri korban,” singkatnya.


Untuk biaya pemulangan, seluruhnya menjadi tanggung jawab negara. Tugas PWNI mendampingi hingga ke Jakarta. Selanjutnya, melalui direktorat PWNI yang melakukan pendampingan hingga ke kampung halaman. Sejak penculikan terjadi, majikan atau pemilik kapal nelayan Malaysia dengan nomor BN 838 dan terdaftar di Sandakan cukup bertanggung jawab.


Kapal nelayan yang ditemukan dalam kondisi mesin kapal masih hidup tanpa awak saat ini berada di pelabuhan Library Sandakan. “Majikan sangat membantu. Istri korban diberikan bekal untuk modal usaha di kampungnya,” jelasnya.


Sebelumnya diketahui, dua dari tiga orang WNI yang diculik telah memberikan kabar. Subang menyampaikan ke rekannya bahwa mereka ditahan kelompok tak dikenal. Serta, informasi melalui teman wanita Hamdan bernama Meri juga telah melapor sudah mendapat telepon dari kekasihnya.


Informasi dari dua WNA yang ditahan kepada keluarga korban ada sembilan orang diculik di satu lokasi yang mereka tidak ketahui. Dari sembilan orang yang diculik, hanya tiga orang yang diketahui identitasnya. (akz/eza/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore