Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Februari 2017 | 08.45 WIB

Polisi Ringkus Penguras ATM yang Hanya Bermodalkan Obeng dan Kartu

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com-  Aparat Kepolisian dibantu warga berhasil mengungkap dua pelaku  penguras ATM di Palembang. Keduanya adalah  Erwin (27), warga Lampung dan Nami (22), warga Sukabumi, Jawa Barat. 


Saat mencoba kabur, Erwin diciduk massa di dekat Hotel Anugerah Palembang. Sedang Nami yang belum lama lulus dari perguruan tinggi tak bisa kabur karena keburu diamankan security RS Charitas.


Dari pengakuannya,  Erwin mengungkapkan  kalau aksi mereka ini bukan yang pertama kalinya. Kali ini aksi ketiga dengan tujuan menguras uang di mesin ATM di wilayah Kota Palembang. 


Sebelum ini, dia pernah beraksi di ATM RSMH Palembang. Tepatnya pada 13 Januari 2017. “Waktu itu sama Anton dan Salman, Nami tidak ikut,” katanya. Diungkap Erwin, yang mengajaknya beraksi di Palembang adalah Anton dan Salman.  Dia dijemput di bandara oleh keduanya. 


Dalam beraksi, Erwin sebagai eksekutor. Sedangkan Anton dan Salman bertugas mengawasi situasi dan kondisi sekitar mesin ATM yang akan dibobol.  “Saya lupa sudah dapat berapa puluh juta di ATM di RSMH. Tapi uangnya sudah habis di bagi rata dan foya-foya,” beber Erwin seperti ditulis Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (5/2).


Sukses pada aksi pertama membuat mereka ketagihan. Anton kembali mengajaknya beraksi di Palembang. Dipilihlah tanggal 25 Januari lalu. Malam sebelum keberangkatan ke Palembang, Erwin mengajak Nami, yang baru tiga hari dikenalnya di sebuah diskotek.


Dalam aksi yang kedua, kelompok ini berhasil menguras ATM senilai Rp15 juta. Saat itu, tugas Nami mengawasi dan menutupi aksi Erwin dalam bilik ATM. Sedang Anton dan Salman, kedua teman Erwin yang juga dari Lampung mengawasi di luar bilik.  Uang itu disimpan Erwin dalam dompetnya.


“Modal kami cuma kartu ATM dan obeng kecil,” ungkap Erwin. Mereka lalu keliling Palembang mencari tempat lain. Tak tahu dibawa ke mana oleh teman Anton. Tahunya mereka kemudian berhenti di RS RK Charitas.


Di sana, Erwin dan Nami serta Anton dan Salman kembali beraksi. Apes, aksi Erwin dicurigai seorang perawat. Pengaduan perawat ke security di sana akhirnya membuat aksi mereka gagal dan keduanya tertangkap.


Uang Rp15 juta diduga hilang saat Erwin diringkus warga. Kemugkinan dompetnya jatuh. Dari empat kartu ATM miliknya, ATM BCA yang paling banyak isinya, Rp40 juta. “Tapi saya tidak tahu masih ada saldonya atau tidak,” cetus dia


Erwin mengaku belajar mencuri uang di ATM lewat internet. “Belajarnya dari internet. Setelah coba-coba, ternyata berhasil dan jadi ketagihan karena dapat uang banyak,” ungkapnya. 


Kawanan ini juga pernah menoba beraksi di Jakarta, tapi tidak pernah berhasil. “Kami pilih ATM BRI karena paling mudah,” cetusnya. Dengan obeng, aksi kawanan ini bisa-bisa menyebabkan mesin ATM error atau mati. Sementara saldo dalam tabungan tidak berkurang. Tapi, uang terus keluar.


Erwin mengaku baru satu bulan ini mereka beraksi. Baru di Jakarta dan Palembang. Di Lampung belum pernah mencobanya. Tapi, setelah tertangkap seperti sekarang, dia mengaku menyesal. Dia kasihan melihat Nami yang ikut terseret dalam kasus ini.


“Padahal dia baru selesai wisuda Agustus 2016. Dia jadi korban kami,” beber Erwin. Katanya, usai keluar dari penjara, Erwin ingin kembali jadi sopir angkot, profesinya semula.  “Saya tobat, kasihan anak dan istri. Karena uang, saya lupa mereka,” tandasnya. Selama ditahan, dia sudah dijenguk istrinya.(wly/ce1/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore